Skenario Haji Butuh Banyak Deliberasi dan Opsi
Kamis, 01 April 2021 - 06:10 WIB
loading...
A
A
A
Jika tawaran itu ditolak, tentu bukan pilihan tepat. Sebab, meski besar kemungkinan jumlahnya tidak normal 210.000 orang, diberikannya kuota haji tahun ini akan membantu jamaah dalam berupaya menunaikan rukun Islam kelima.
Indonesia juga tidak perlu memiliki ketakutan yang berlebihan. Pilihan Saudi membuka haji tentu sudah dipikirkan sangat matang. Berkaca pada tahun lalu, Saudi begitu ketat dalam menerapkan protokol kesehatan sehingga sekitar 1.500 jamaah lokal dan ekspatriat yang diizinkan berhaji bisa menjalani dengan lancar dan selamat. Bahkan keberhasilan Saudi menerapkan protokol kesehatan itu mendapat apresiasi dan pujian berbagai negara, termasuk dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Kini yang juga tak boleh ditinggalkan adalah bagaimana agar semua jajaran Kemenag dan stakeholder memiliki visi yang sama sekaligus mampu bertindak strategis. Opsi-opsi penyelenggaraan harus disiapkan secara detail sebagaimana keinginan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Cara kerja detail ini penting karena haji kali ini berada dalam situasi tak normal dan diyakini banyak tantangan di lapangan.
Dus, selain petugas, pandangan yang sama juga perlu segera disampaikan ke calon jamaah agar mereka juga memiliki kesadaran yang tak jauh beda. Dengan cara itu misi besar yang diharapkan oleh Saudi bisa berjalan segaris dengan negara-negara yang diundang.
Indonesia juga tidak perlu memiliki ketakutan yang berlebihan. Pilihan Saudi membuka haji tentu sudah dipikirkan sangat matang. Berkaca pada tahun lalu, Saudi begitu ketat dalam menerapkan protokol kesehatan sehingga sekitar 1.500 jamaah lokal dan ekspatriat yang diizinkan berhaji bisa menjalani dengan lancar dan selamat. Bahkan keberhasilan Saudi menerapkan protokol kesehatan itu mendapat apresiasi dan pujian berbagai negara, termasuk dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Kini yang juga tak boleh ditinggalkan adalah bagaimana agar semua jajaran Kemenag dan stakeholder memiliki visi yang sama sekaligus mampu bertindak strategis. Opsi-opsi penyelenggaraan harus disiapkan secara detail sebagaimana keinginan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Cara kerja detail ini penting karena haji kali ini berada dalam situasi tak normal dan diyakini banyak tantangan di lapangan.
Dus, selain petugas, pandangan yang sama juga perlu segera disampaikan ke calon jamaah agar mereka juga memiliki kesadaran yang tak jauh beda. Dengan cara itu misi besar yang diharapkan oleh Saudi bisa berjalan segaris dengan negara-negara yang diundang.
(bmm)
Lihat Juga :