Skenario Haji Butuh Banyak Deliberasi dan Opsi

Kamis, 01 April 2021 - 06:10 WIB
loading...
Skenario Haji Butuh...
Pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian apakah haji tahun ini akan dibuka umum dengan mendatangkan jamaah dari negara lain atau tidak. (Ilustrasi: SINDOnews/Wawan Bastian)
A A A
JIKA dihitung waktunya, hari-hari ini semestinya tahapan penyelenggaraan haji sudah berjalan. Setidaknya jika membandingkannya dengan waktu normal, pada jelang Ramadan biasanya para petugas nonkloter sudah mendapat pembekalan. Dengan pola itu, sekitar sebulan setelah Lebaran, petugas hanya melakukan persiapan akhir jelang diberangkatkan ke Tanah Suci untuk kemudian melayani jamaah Indonesia yang mencapai sekitar 210.000 orang.

Namun tahapan penyelenggaraan saat waktu normal tersebut kini tak berlaku. Di tengah pandemi korona (Covid-19) ini semuanya masih misteri. Bahkan pembekalan dan pemantapan petugas layaknya pada waktu normal itu pun belum dilakukan. Tidak salah memang langkah yang dilakukan pemerintah saat ini. Sebab, faktanya, hingga kini Pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian apakah haji tahun ini akan dibuka secara umum dengan mendatangkan jamaah dari negara lain atau tidak.

Sembari menunggu pengumuman resmi dari Saudi itu, Pemerintah Indonesia melalui jalur diplomasi sebenarnya telah intensif melakukan pembicaraan dengan otoritas di Tanah Suci. Diplomasi tak sebatas untuk mendapatkan informasi terkini dan peluang pemberangkatan jamaah, tetapi juga bagaimana menyiapkan segala kebutuhan teknis di sisa waktu yang sangat mepet ini.

Langkah pendekatan diplomasi ini patut mendapat apresiasi. Setidaknya jika haji nanti benar akan digelar, otoritas Saudi akan memiliki informasi yang utuh, utamanya mengenai kondisi jamaah dan kesiapan Indonesia. Dan jika kita melihat perkembangan yang dilakukan pemerintahan Raja Salman belakangan ini, potensi akan dibukanya haji secara lebih luas ketimbang tahun lalu juga sangat terbuka.

Di tengah sinyal-sinyal positif itu, Pemerintah Indonesia tentu tidak boleh adem ayem saja dengan menunggu kabar baik dari Saudi. Dan ini pun telah direspons pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) yang secara aktif diketahui telah melakukan beragam skenario pemberangkatan haji. Enam skenario berbasis kuota, yakni 100%, 50%, 30%, 20%, 10%, dan 5%, pun disiapkan. Selain menggelar diskusi secara terus menerus di lingkup internal Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenag juga membentuk Tim Manajemen Krisis Haji akhir 2020 silam.

Pekan ini Kemenag juga menggelar diskusi (muzakarah) intensif di Bekasi yang bertujuan memitigasi penyelenggaraan haji di saat pandemi. Tak hanya bersifat internal, muzakarah ini juga melibatkan perwakilan ormas-ormas keagamaan seperti MUI, PBNU, Muhammadiyah, Persis, Al Washliyah, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah, KBIH, serta Balitbang Kemenag. Sejumlah tokoh yang ahli di bidang perhajian juga turut diundang untuk menyiapkan racikan layanan yang terbaik. Semakin banyak deliberasi dengan melibatkan berbagai institusi ini, niscaya akan menghasilkan rumusan yang semakin baik.

Langkah strategis ini pun patut didukung sebagai ikhtiar bersama untuk memenuhi kebutuhan umat dalam beribadah sekaligus menjamin keselamatan jiwa mereka. Tidak mudah tentunya jika haji benar-benar akan digelar tahun ini. Namun apa boleh buat, jika benar Saudi membuka pintu lebih lebar, itu adalah sebuah pilihan yang harus kita respons dengan taktis pula.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Senapan Tentara Arab...
Senapan Tentara Arab Saudi Bakal Diproduksi PT Pindad, Prabowo: Senjata Kita Teruji
Kemenhaj Siapkan Manasik...
Kemenhaj Siapkan Manasik Kesehatan untuk Jemaah Haji 2027
Tekan Angka Kematian...
Tekan Angka Kematian Jemaah Haji, Menhaj: Istitha’ah Kesehatan Jadi PR
Sempat Diragukan, Menhaj...
Sempat Diragukan, Menhaj Klaim Haji 2026 Jadi Salah Satu Penyelenggaraan Terbaik dalam Sejarah
Diperiksa 4 Jam, Mantan...
Diperiksa 4 Jam, Mantan Menpora Dito Ariotedjo Dicecar 10 Pertanyaan KPK soal Kunjungan ke Arab Saudi
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah...
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air
Abidin Fikri: Evaluasi...
Abidin Fikri: Evaluasi Haji 2026, Bekal Perbaikan Layanan Tahun Depan
Ini Pemicu Utama Serangan...
Ini Pemicu Utama Serangan AS ke Iran
Arab Saudi Kirim Delegasi...
Arab Saudi Kirim Delegasi ke Pemakaman Khamenei, Ini Alasannya!
Rekomendasi
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Serangan Balasan Iran...
Serangan Balasan Iran Diklaim Tewaskan 3 Tentara AS dan Hancurkan Sistem Rudal HIMARS
BSI Scholarship Pelajar...
BSI Scholarship Pelajar 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Jadwal Pendaftarannya
Berita Terkini
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan ke-2 Hari Ini, Roy Suryo Siap Dengarkan Jawaban Polda Metro Jaya
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka, Gerindra Dorong Evaluasi Total Sistem Pengawas Internal Kejaksaan
Ungkap Asal Usul Ide...
Ungkap Asal Usul Ide KDMP, Prabowo: Agar Rakyat Tak Terjerat Lintah Darat
Sahroni: Komisi III...
Sahroni: Komisi III Awasi Langsung Penggeledahan Kasus Febrie sebagai Bentuk Transparansi Hukum
Pakar: Penanganan Kasus...
Pakar: Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Jadi Ujian Besar bagi Kejagung
Analisis Kritis dan...
Analisis Kritis dan Metodologis Terkait Dugaan Under-Invoicing di Sektor Sawit
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved