Bom Bunuh Diri di Makassar Identik dengan Peristiwa di Surabaya dan Medan?
Selasa, 30 Maret 2021 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
Dari peristiwa itu, empat anggota polisi dan enam warga yang berada di lokasi turut menjadi korban dan mengalami luka-luka. Sementara empat orang tewas diduga sebagai pelaku penyerangan bom bunuh diri. Setelah bom pertama yang meledak, lalu disusul ledakan dari radius 200 meter dari lokasi atau Mapolresta Surabaya tersebut. Dugaan waktu itu, bom yang dibawa pelaku meledak sebelum diledakan pelakunya.
Peristiwa di Mapolresta Surabaya hampir mirip dengan yang terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara. Kala itu, sasarnnya adalah Mapolresta Kota Medan. Bom tiba-tiba meledak saat personel Provost sedang melakukan apel pagi. Bermula dari pemeriksaan pengunjung yang datang, serangan bom bunuh diri itu terjadi.
Dari informasi yang disampaikan kepolisian saat itu pelaku berjumlah dua orang. Dua pelaku itu yang teridentifikasi mengenakan jaket sebuah perusahaan ojek online meledakan diri pada saat akan diperiksa identitas mereka.
Saat itu saksi menuturkan, banyak anggota Polisi yang terkena serangan itu dan saksi melihat bom meledak dengan serpihan paku. Dalam peristiwa itu, tubuh pelaku hancur tak dapat dikenali dan satu orang pelaku lainnya mengalami luka-luka yang langsung dibawa menggunakan mobil ambulans.
Kembali ke peristiwa bom bunuh di Makassar, Polri terus mendalami jenis bom yang meledak di peribadatan 'Minggu Palma' Gereja Katedral. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ago Yuwono sebelumnya mengemukakan pihaknya sudah menemukan rangkaian sumber ledakan dan beberapa bahan bekas ledakan yang digunakan pelaku.
"Jadi setelah olah TKP sudah didapatkan sirkuit atau rangkaian sumber ledakan, untuk mendalami apakah ini ledakan jenis high eksplosif atau low eksplosif," ujar Argo, Minggu 28 Maret 2021. (Rakhmatulloh)
Peristiwa di Mapolresta Surabaya hampir mirip dengan yang terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara. Kala itu, sasarnnya adalah Mapolresta Kota Medan. Bom tiba-tiba meledak saat personel Provost sedang melakukan apel pagi. Bermula dari pemeriksaan pengunjung yang datang, serangan bom bunuh diri itu terjadi.
Dari informasi yang disampaikan kepolisian saat itu pelaku berjumlah dua orang. Dua pelaku itu yang teridentifikasi mengenakan jaket sebuah perusahaan ojek online meledakan diri pada saat akan diperiksa identitas mereka.
Saat itu saksi menuturkan, banyak anggota Polisi yang terkena serangan itu dan saksi melihat bom meledak dengan serpihan paku. Dalam peristiwa itu, tubuh pelaku hancur tak dapat dikenali dan satu orang pelaku lainnya mengalami luka-luka yang langsung dibawa menggunakan mobil ambulans.
Kembali ke peristiwa bom bunuh di Makassar, Polri terus mendalami jenis bom yang meledak di peribadatan 'Minggu Palma' Gereja Katedral. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ago Yuwono sebelumnya mengemukakan pihaknya sudah menemukan rangkaian sumber ledakan dan beberapa bahan bekas ledakan yang digunakan pelaku.
"Jadi setelah olah TKP sudah didapatkan sirkuit atau rangkaian sumber ledakan, untuk mendalami apakah ini ledakan jenis high eksplosif atau low eksplosif," ujar Argo, Minggu 28 Maret 2021. (Rakhmatulloh)
(dam)
Lihat Juga :