AHY Geram: Apa Sebenarnya Ideologi yang Dianut KSP Moeldoko?
Senin, 29 Maret 2021 - 18:43 WIB
loading...
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mempertanyakan balik ideologi yang dianut Moeldoko setelah melontarkan isu adanya pertentangan ideologi di tubuh Partai Demokrat. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) tampak geram saat merespons tudingan Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko bahwa ada tarikan ideologis di tubuh Partai Demokrat . Dia menegaskan bahwa ideologi Partai Demokrat adalah Pancasila.
"Partai Demokrat juga menjunjung ting-gi kebhinekaan atau pluralisme. Ini sudah final. Harga mati, dan tidak bisa ditawar-tawar lagi," kata AHY dalam konferensi pers di Kantor DPP, Menteng, Jakarta, Senin (29/3/2021).
Baca juga: Caplok Demokrat, Syarif Hasan Balik Pertanyakan Ideologi Moeldoko
Untuk itu, AHY meminta Moeldoko harus menjelaskan apa yang dimaksud dengan ‘tarikan ideologis’ di Partai Demokrat. Karena menurutnya, jika yang Moeldoko maksudkan adalah masalah radikalisme; justru Partai Demokrat, dengan asas Nasionalis-Religius, menolak ideologi radikal tumbuh-berkembang diIndonesia.
Bagi partainya, tidak ada ruang bagi ideologi radikal baik kiri, maupun kanan di tubuh Partai Demokrat. Dia juga mengaku konsisten dan lantang menolak eksploitasi politik identitas, termasuk upaya-upaya membenturkan antara Pancasila dengan agama tertentu yang itu semua hanya akan memecah belah bangsa.
"Partai Demokrat juga menjunjung ting-gi kebhinekaan atau pluralisme. Ini sudah final. Harga mati, dan tidak bisa ditawar-tawar lagi," kata AHY dalam konferensi pers di Kantor DPP, Menteng, Jakarta, Senin (29/3/2021).
Baca juga: Caplok Demokrat, Syarif Hasan Balik Pertanyakan Ideologi Moeldoko
Untuk itu, AHY meminta Moeldoko harus menjelaskan apa yang dimaksud dengan ‘tarikan ideologis’ di Partai Demokrat. Karena menurutnya, jika yang Moeldoko maksudkan adalah masalah radikalisme; justru Partai Demokrat, dengan asas Nasionalis-Religius, menolak ideologi radikal tumbuh-berkembang diIndonesia.
Bagi partainya, tidak ada ruang bagi ideologi radikal baik kiri, maupun kanan di tubuh Partai Demokrat. Dia juga mengaku konsisten dan lantang menolak eksploitasi politik identitas, termasuk upaya-upaya membenturkan antara Pancasila dengan agama tertentu yang itu semua hanya akan memecah belah bangsa.
Lihat Juga :