Sebut Deteksi Mutasi B117 Terlambat, Menkes: Ngetesnya Kurang
Jum'at, 26 Maret 2021 - 16:40 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, Budi bersama dengan Menristek Bambang Brodjonegoro bekerja sama untuk meningkatkan pengetesan ini. “Kemudian 8 Januari, saat duduk sama Pak Bambang Brodjo bahwa kita punya 12 lab, ada di saya dan Pak Bambang Brodjo yang bisa melakukan uji whole genome sequencing.”
“Itu adalah teknik sequencing dari si virus untuk liat mutasi yang mana, yang punya hanya tempatnya saya dan Pak Bambang. Kita yang tadinya cuma 172 dalam 12 bulan, kita lakukan 600 dalam 3 bulan, ketemu,” sambungnya. Baca juga: Menkes: Suntikan Vaksinasi COVID-19 Dosis 1 dan 2 Tembus 10 Juta
Sehingga dengan upaya ini, kata BGS, mutasi B117 terdeteksi di Indonesia. “Jadi masuk di Indonesia dari dari Timur Tengah yang kita ada 7 kasus, 5 itu imported case dari Timur Tengah. Nah ini pasti dalam 8 sampai 12 bulan akan naik. Nah itu yang sekarang kejadian di Eropa. Jadi kasus di Eropa itu naik kembali,” paparnya.
“Itu adalah teknik sequencing dari si virus untuk liat mutasi yang mana, yang punya hanya tempatnya saya dan Pak Bambang. Kita yang tadinya cuma 172 dalam 12 bulan, kita lakukan 600 dalam 3 bulan, ketemu,” sambungnya. Baca juga: Menkes: Suntikan Vaksinasi COVID-19 Dosis 1 dan 2 Tembus 10 Juta
Sehingga dengan upaya ini, kata BGS, mutasi B117 terdeteksi di Indonesia. “Jadi masuk di Indonesia dari dari Timur Tengah yang kita ada 7 kasus, 5 itu imported case dari Timur Tengah. Nah ini pasti dalam 8 sampai 12 bulan akan naik. Nah itu yang sekarang kejadian di Eropa. Jadi kasus di Eropa itu naik kembali,” paparnya.
(kri)
Lihat Juga :