Semangat Kebangkitan Nasional Melawan Pandemi

Rabu, 20 Mei 2020 - 06:30 WIB
loading...
A A A
Krisis pandemi ini memberikan pelajaran penting bahwa sumber daya yang besar tidak menjamin sebuah negara mampu secara efektif menangani wabah ini. Berkaca dari konteks global, negara-negara demokrasi Barat kini tidak melihat Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump sebagai model yang baik dalam penanganan wabah Covid-19 ini. Setelah hampir delapan dekade menunjukkan kepemimpinan globalnya dalam berbagai bidang sejak Perang Dunia II, kini Amerika Serikat justru menjadi episenter pandemi di dunia. Dari sisi tingkat pengetesan virus di masyarakat, Amerika Serikat juga dianggap tertinggal dari negara-negara maju lainnya, seperti Jerman, Kanada, Swiss, dan Spanyol.

Melihat negara-negara yang dianggap berhasil bangkit dari ancaman Covid-19 ini, ternyata ada faktor penting berupa kepemimpinan politik efektif di tengah krisis. Jerman di bawah kepemimpinan Kanselir Angela Merkel kini banyak mendapatkan apresiasi dunia dalam merespon pandemi ini. Dibandingkan dengan negara Eropa lainnya, Jerman berhasil menekan tingkat kematian di angka 8 orang per 100 ribu penduduk. Angka ini jauh lebih kecil daripada Perancis dan Inggris yang masing-masing mencapai 37 dan 42 orang. Bahkan sejak 20 April, pemerintah Jerman sudah mulai melonggarkan kebijakan penutupan wilayah (lockdown ) secara bertahap, dengan memperbolehkan toko-toko kecil usaha non-esensial mulai buka lagi dengan tetap menerapkan prosedur kehatian-hatian.

Keberhasilan Jerman ini tidak bisa dilepaskan dari kepemimpinan Kanselir Merkel yang sejak awal bersikap jujur, empati, dan terbuka terhadap publik mengenai berbagai informasi dan risiko pandemi. Sikap ini penting untuk memupuk dan membangkitkan kepercayaan publik. Keterbukaan ini kemudian ditindaklanjuti dengan berbagai kebijakan responsif dan antisipatif yang dipandu bersama pendekatan sains. Kanselir Merkel adalah orang yang mau mendengar berbagai masukan dan rekomendasi dari para panel ahli dalam berbagai pengambilan keputusan penting. Bukan itu saja, dia juga melakukan pendekatan kepada gubernur 16 negara bagian untuk membangun kesatuan dan keselarasan langkah kebijakan penanganan pandemi.

Kanselir Merkel kalau boleh saya sebut telah menunjukkan kepemimpinan krisis, bukan sebaliknya krisis kepemimpinan. Nancy Koehn, profesor dari Harvard Business School, menyatakan pemimpin sejati itu ditempa dalam masa krisis. Menurutnya, seorang pemimpin menjadi real atau "nyata" ketika dia mempraktikkan berbagai tindakan penting yang menginspirasi serta mengawal rakyatnya dengan baik pada masa-masa sulit. Mereka bukan saja mampu memberikan arahan dan menujukkan tujuan yang jelas bagi rakyatnya, tapi juga mampu belajar cepat untuk melakukan penyesuaian, improvisasi tindakan, dan menciptakan beragam alternatif kebijakan seiring dengan cepatnya perubahan situasi serta munculnya tantangan baru di tengah masyarakat.

Tentu kita berharap dan optimistis bahwa semua pemimpin di berbagai tingkatan di negeri ini mampu menunjukkan kepemimpinan politik efektif untuk keluar dari krisis ini. Dengan semangat Boedi Oetomo yang moderat, nasionalis, dan jalan tengah, ditambah sumber daya yang kita miliki, semangat kegotongroyongan seluruh komponen bangsa dan kepemimpinan krisis yang andal, saya yakin Indonesia mampu bangkit serta keluar dari krisis pandemi Covid-19 ini. Selamat Hari Kebangkitan Nasional! ***
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menko AHY Dorong Diaspora...
Menko AHY Dorong Diaspora Indonesia di Rusia Bentuk Asosiasi Pengusaha
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Demokrat: Pemerintah...
Demokrat: Pemerintah Tidak Perlu Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol
Demokrat Serahkan Urusan...
Demokrat Serahkan Urusan Reshuffle Kabinet ke Presiden: Supaya Bisa Bekerja dengan Nyaman
Hadiri Baksos di Gereja...
Hadiri Baksos di Gereja Katolik Santo Andreas, AHY Salurkan Bantuan untuk Ribuan Jemaat
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Partai Demokrat Ancam...
Partai Demokrat Ancam Gugat Trump Terkait Perang Iran
Perkuat Akar Rumput,...
Perkuat Akar Rumput, BMI Demokrat Gelar Muscab dan Pelantikan Serentak se-Tegal Raya
Rekomendasi
15.086 Jemaah Haji Reguler...
15.086 Jemaah Haji Reguler dan 7.547 Haji Khusus Telah Tiba di Indonesia
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
Berita Terkini
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved