Ingatkan Konsep Utuh, Komisi I Minta Program Bela Negara Kemenhan Tak Terburu-buru

Jum'at, 26 Maret 2021 - 10:12 WIB
loading...
Ingatkan Konsep Utuh,...
Anggota Komisi I DPR dari PKS Sukamta mengingatkan Kemenham agar mematangkan konsep program bela negara. Foto/kemhan.go.id
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertahanan ( Kemenhan ) berencana menjalankan program bela negara . Program ini merupakan bagian dari amanat Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 3 Tahun 2021.

Anggota Komisi I DPR Sukamta menyambut baik rencana tersebut. Dia meminta konsep pelaksanaanya mesti matang, utuh, dan tidak terburu-buru. “Harus jelas sasaran, target, berapa anggaran, dan kapan waktunya,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Pemuda Pangkep Antusias Ikut Lomba Video Bela Negara

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menerangkan rekrutmen bela negara yang didalamnya termasuk komponen cadangan harus dibicarakan terlebih dahulu dengan Komisi I DPR. Tujuannya membuat terbuka, jelas, dan transparan program ini sehingga rakyat tak lagi resah..

Masyarakat sempat resah dengan adanya isu wajib militer atau potensi tidak terjaminnya hak asasi manusia (HAM). Makanya, Kemenhan harus terus melakukan dialog, diskusi, dan bermusyawarah dengan Komisi I DPR.

Hal ini untuk memastikan pengawasan berjalan sehingga rakyat menjadi lebih tenang. Masyarakat pun diminta berani menyampaikan temuan jika pelaksanaannya nanti tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Kemenhan, menurutnya, harus menyiapkan konsep bela negara dalam konteks pembentukan sumber daya material. Objek pengelolaan sumber daya nasional itu ada dua, yakni manusia dan barang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Gelar Pertemuan...
Menhan Gelar Pertemuan dengan Wakil PM Australia di Kemenhan
Tolak RUU TNI, Koalisi...
Tolak RUU TNI, Koalisi Masyarakat Sipil Reformasi Sektor Keamanan Geruduk Rapat Panja DPR di Hotel Mewah
Kapal BHO untuk Perkuat...
Kapal BHO untuk Perkuat Pertahanan Laut
Menhan Prabowo Tak Hadir...
Menhan Prabowo Tak Hadir Rapat Bersama Komisi I DPR
Akuisisi PPA-FREMM Italia,...
Akuisisi PPA-FREMM Italia, Sekadar Transaksional?
Anggota Komisi I DPR:...
Anggota Komisi I DPR: Pembahasan Revisi UU TNI Tunggu Rapat Bamus
Bupati Pati Tak Jadi...
Bupati Pati Tak Jadi Dimakzulkan, Komisi I DPR RI: Harus Ada Evaluasi 6 Bulan atau Setahun
Bisa Apa Deddy Corbuzier...
Bisa Apa Deddy Corbuzier Jadi Staf Khusus Menhan? Ini Tugas-tugasnya
Usai Bekali Calon Menterinya,...
Usai Bekali Calon Menterinya, Prabowo Undang Ketum Parpol ke Kemenhan
Rekomendasi
Cara Mengajukan Pembetulan...
Cara Mengajukan Pembetulan Data PBB-P2 secara Online, Simak Syarat dan Tahapannya
Mengapa Bulan Safar...
Mengapa Bulan Safar Dianggap Membawa Kesialan? Ini Penjelasan Islam dan Asal Usul Mitosnya
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
Berita Terkini
Akan Atur Royalti Dalam...
Akan Atur Royalti Dalam UU, Baleg DPR: Karya Jurnalistik juga Miliki Hak Cipta
HNSI Nilai Kebijakan...
HNSI Nilai Kebijakan BBM Khusus Nelayan Bukti Keberpihakan Presiden Prabowo
Dakwaan dr Tifa dan...
Dakwaan dr Tifa dan Batas Negara Memidanakan Pendapat di Dialog Televisi
Mahfud MD Ungkap Skenario...
Mahfud MD Ungkap Skenario Eks Jampidsus Ajukan Praperadilan dan Berakhir Menang
Gandeng KPK, Kejagung...
Gandeng KPK, Kejagung Didukung Penuh Usut Tuntas Kasus Febrie Adriansyah
Jelang Pelimpahan Berkas,...
Jelang Pelimpahan Berkas, Gus Yaqut: Semoga Kebenaran Terungkap
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved