PKS Nilai Pendukung Presiden 3 Periode Ingin Hidupkan Kultus Politik

Jum'at, 26 Maret 2021 - 09:40 WIB
loading...
PKS Nilai Pendukung...
PKS menegaskan bahwa pembatasan masa jabatan presiden merupakan amanat reformasi. Foto/pks.id
A A A
JAKARTA - Para pendukung amendemen UUD 1945 untuk mengubah masa jabatan presiden menjadi tiga periode mendapat kritikan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pihak yang mendukung masa jabatan presiden menjadi tiga periode itu dinilai cenderung ingin menghidupkan kultus politik kepemimpinan nasional

Ketua bidang Politik, Hukum dan Keamanan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS Al Muzammil Yusuf mengatakan bahwa menolak gagasan masa jabatan presiden menjadi tiga periode itu amanat reformasi yang merupakan buah pembelajaran anak bangsa terhadap pengalaman sejarah Indonesia masa lalu. "Sehingga diabadikan dalam norma konstitusi kita," kata Al Muzammil Yusuf kepada SINDOnews, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Tutup Pintu Presiden Tiga Periode, Megawati Siapkan Puan di Pilpres 2024?

Selain itu, dia menilai tidak perlu dikaitkan dengan pencalonan Joko Widodo (Jokowi) atau Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Capres 2024. Dia mengungkapkan, SBY maupun Presiden Jokowi menolak masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

"Jadi orang-orang yang setback ke gagasan presiden 3 Periode itu adalah orang-orang yang tidak belajar dari sejarah Indonesia. Dan cenderung ingin menghidupkan kultus politik kepemimpinan nasional. Ini bahaya," tuturnya.

Menurut dia, kultus itu akan mengarah matinya demokrasi dan rusaknya konsep negara hukum. "Yang akan lahir adalah negara kekuasaan bukan negara hukum. Bukan lagi rule of law, tapi law of ruler," pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden PKS soal Perpres...
Presiden PKS soal Perpres 111/2025: Langkah Tepat Pemerintah Jadikan Kampanye LGBTQ Ancaman Nonmiliter
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
Luncurkan Syiar Zulhijjah,...
Luncurkan Syiar Zulhijjah, PKS Tekankan Dampak Sosial dan Ekonomi Kurban
Lewat Forum IQRO, PKS...
Lewat Forum IQRO, PKS Perkuat Peran Solutif Hadapi Krisis Energi
Suhud Alynudin Ditetapkan...
Suhud Alynudin Ditetapkan Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta Gantikan Khoirudin
Suhud Alynudin Dikabarkan...
Suhud Alynudin Dikabarkan Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta Gantikan Khoirudin, Begini Respons PKS
Penanganan Bencana Sumatera,...
Penanganan Bencana Sumatera, PKS Apresiasi TNI-Polri, BNPB dan Basarnas
Rekomendasi
Indonesia Temukan Cadangan...
Indonesia Temukan Cadangan Emas Baru di Papua, Prabowo: Sangat Besar
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Prancis Lolos ke Semifinal,...
Prancis Lolos ke Semifinal, Mbappe-Dembele Robek Harapan Maroko
Berita Terkini
Kabar Duka, Anggota...
Kabar Duka, Anggota DPR Rachmat Gobel Meninggal Dunia
Viral Surat Edaran Peningkatan...
Viral Surat Edaran Peningkatan Kewaspadaan, Ini Penjelasan Kejagung
Dilaporkan Roy Suryo...
Dilaporkan Roy Suryo ke Polisi, Lechumanan: Saya Kepengin Cepat Diperiksa
Prabowo Kembali Ingatkan...
Prabowo Kembali Ingatkan untuk Hentikan Korupsi, Penyelundupan, Narkoba, hingga Judi
Maruf Cahyono Gunakan...
Maruf Cahyono Gunakan Uang Gratifikasi untuk Renovasi Rumah dan Biayai Resepsi Pernikahan Anak
Yusril Minta Perpres...
Yusril Minta Perpres Pertahanan Negara Dipahami Utuh: Tidak Secara Khusus Berbicara mengenai LBGTQ
Infografis
Presiden Erdogan Ingin...
Presiden Erdogan Ingin Membentuk Tatanan Dunia Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved