Genosida Etnis Uighur Dinilai Tragedi Kemanusiaan Tersadis Abad Ini

Kamis, 25 Maret 2021 - 22:04 WIB
loading...
Genosida Etnis Uighur...
Puluhan mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam AMI, menggelar aksi unjuk rasa menuntut China menghentikan tragedi kemanusiaan etnis Uighur di Xingjian. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Puluhan mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Islam (AMI), menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kedutaan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jalan Mega Kuningan Jakarta Selatan, menuntut China untuk segera menghentikan tragedi kemanusiaan terhadap jutaan warga etnis Uighur di Xingjian.

Baca juga: Kerap Mengkritik Soal Uighur, China Sebut AS Munafik

Massa pengunjuk rasa menilai rentetan pelanggaran HAM berat yang dilakukan otoritas Tiongkok selama ini, sudah menjurus pada kejahatan kemanusiaan genosida, yakni memusnahkan etnis Uighur dari peradaban umat manusia.

"Perkosaan, penyiksaan hingga pembinasaan kaum Uighur di Xingjian, adalah tragedi kemanusiaan tersadis sepanjang abad ini," kata koordinator aksi unjuk rasa, Rimbo Bugis kepada wartawan, Kamis, (25/3/2021).

Bukan hanya pemimpin-pemimpin negara, masa pengunjuk rasa mengungkap sudah ada kesepakatan 70 pemuka agama perwakilan bangsa-bangsa di dunia, yang memandang Muslim Uighur di Xingjian sedang menghadapi tragedi kemanusiaan terparah sejak Holocaust Yahudi pada zaman Nazi.

Baca juga: Jadi Sorotan Dunia, DPR: China Harus Stop Bantai Muslim Uighur

Bahkan, Pemimpin Karismatik Kristen Dunia, Paus Fransiskus bahkan mengatakan “Saya sering memikirkan orang-orang yang dipersekusi, Uighur yang malang” dalam buku Let us Dream: The Path to A Better Future yang ditulisnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Pakar Hubungan Internasional:...
Pakar Hubungan Internasional: China Punya Kepentingan Redam Konflik AS-Iran
Antara “One China...
Antara One China Policy dan Dua Realitas Politik
Buka KJRI di Chengdu,...
Buka KJRI di Chengdu, Ini Pertimbangan Pemerintah
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Rekomendasi
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Jadwal Piala Dunia 2026:...
Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda Ditantang Jepang
Limbad Jenguk Haji Bolot...
Limbad Jenguk Haji Bolot di Rumah Sakit, Doakan Sang Komedian Cepat Sembuh
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved