Jadi Sorotan Dunia, DPR: China Harus Stop Bantai Muslim Uighur
Jum'at, 19 Maret 2021 - 12:13 WIB
loading...
Dunia tengah menantikan hasil pertemuan dua negara adidaya, Amerika Serikat dengan China yang berlangsung Kamis 18 Maret 2021, di negara bagian, Alaska, AS. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Masyarakat dunia tengah menantikan hasil pertemuan antara dua negara adidaya, Amerika Serikat (AS) dengan China yang berlangsung Kamis 18 Maret 2021, di negara bagian, Alaska, AS.
Baca juga: AS Sebut Genosida Uighur Jadi Salah Satu Topik Pembicaraan dengan China
Pertemuan ini dilakukan setelah hubungan antar dua negara raksasa tersebut semakin memanas, khususnya setelah negeri Paman Sam melontarkan keyakinan dan pandangannya terkait genosida etnis Uighur di Xinjiang yang dilakukan oleh otoritas China.
Baca juga: Kesepakatan Ekstradisi China Mengkhawatirkan Etnis Uighur di Turki
"Saya tahu bahwa menangani genosida terhadap Muslim Uighur adalah sesuatu yang akan menjadi topik diskusi langsung dengan China," kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki dan diperkuat oleh pernyataan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Ned Price yang mengatakan Washington belum mengubah penilaiannya bahwa ada genosida terhadap Muslim Uighur dan etnis minoritas lainnya di Xinjiang.
Baca juga: Bantah Laporan Pemerkosaan, China Sebut Eks Napi Perempuan Uighur Pezina
Mengamini Amerika Serikat, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menilai persoalan Uighur di Xianjiang memang seharusnya diangkat menjadi permasalahan serius dunia.
Baca juga: AS Sebut Genosida Uighur Jadi Salah Satu Topik Pembicaraan dengan China
Pertemuan ini dilakukan setelah hubungan antar dua negara raksasa tersebut semakin memanas, khususnya setelah negeri Paman Sam melontarkan keyakinan dan pandangannya terkait genosida etnis Uighur di Xinjiang yang dilakukan oleh otoritas China.
Baca juga: Kesepakatan Ekstradisi China Mengkhawatirkan Etnis Uighur di Turki
"Saya tahu bahwa menangani genosida terhadap Muslim Uighur adalah sesuatu yang akan menjadi topik diskusi langsung dengan China," kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki dan diperkuat oleh pernyataan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Ned Price yang mengatakan Washington belum mengubah penilaiannya bahwa ada genosida terhadap Muslim Uighur dan etnis minoritas lainnya di Xinjiang.
Baca juga: Bantah Laporan Pemerkosaan, China Sebut Eks Napi Perempuan Uighur Pezina
Mengamini Amerika Serikat, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menilai persoalan Uighur di Xianjiang memang seharusnya diangkat menjadi permasalahan serius dunia.
Lihat Juga :