Demokrat AHY Nantikan Sikap Resmi Kemenkumham untuk Gugurkan KLB Abal-abal
Kamis, 25 Maret 2021 - 18:07 WIB
loading...
Kepala Badan Komunikasi Strategis PD kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Herzaky Mahendra Putra. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pengurus Partai Demokrat (PD) hasil Kongres Luar Biasa (KLB) telah menggelar konferensi pers perihal isu terkini pasca KLB. Konpers dilaksanakan di sekitar proyek Wisma Atlet Hambalang, Bogor, siang tadi.
Baca juga: Max Sopacua Sebut Kasus Wisma Atlet Cikal Bakal Runtuhnya Elektabilitas Partai Demokrat
Dalam Konpers itu, Ketua Dewan Kehormatan PD versi KLB atau kubu Moeldoko, Max Sopacua menyampaikan, dipilihnya Wisma Atlet Hambalang karena di situ awal mula sejarah runtuhnya elektabilitas PD dimulai.
Baca juga: Plus Minus bagi Pemerintah Kalau Demokrat Kubu Moeldoko Disahkan
Menanggapi konpers yang dilakukan kubu Moeldoko, Kepala Badan Komunikasi Strategis PD kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Herzaky Mahendra Putra menganggap, konpers tersebut dilakukan untuk menutupi rasa malu karena frustasi setelah laporan mereka ditolak kepolisian.
Herzaky mengaku pihaknya menunggu sikap resmi dan keputusan Kemenkumham terhadap dokumen dan berkas KLB yang diserahkan kubu Moeldoko.
Baca juga: Terancam Jadi Oposisi Tunggal Gara-gara Kisruh Demokrat, Rezeki buat PKS di 2024
"Menunggu sikap Kemenkumham untuk menggugurkan permohonan gerombolan KLB Abal-abal karena tidak memenuhi persyaratan hukum yang diatur dalam Permen Kumham dan bertentangan dengan konstitusi Partai," kata Herzaky, Kamis (25/3/2021).
Lebih lanjut Herzaky mengaku, pihaknya akan terus mengawal gugatan perbuatan melawan hukum yang dilayangkan pihaknya ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, terhadap Jhony Allen Marbun, Darmizal, Marzuki Alie, dan kawan-kawan, atas penggunaan atribut Partai Demokrat dan pelaksanaan KLB yang disebutnya bertentangan dengan hukum.
Maka itu, Herzaky menyatakan pihaknya mengajak semua pihak untuk tidak terpengaruh atas upaya pengalihan isu yang dilakukan para pelaku ‘Begal Politik’.
"Mari kita selamatkan demokrasi dari para pelaku 'Begal Politik' yang terus menebar fitnah dan hoaks," tutur pria yang akrab disapa Zaky itu.
Baca juga: Max Sopacua Sebut Kasus Wisma Atlet Cikal Bakal Runtuhnya Elektabilitas Partai Demokrat
Dalam Konpers itu, Ketua Dewan Kehormatan PD versi KLB atau kubu Moeldoko, Max Sopacua menyampaikan, dipilihnya Wisma Atlet Hambalang karena di situ awal mula sejarah runtuhnya elektabilitas PD dimulai.
Baca juga: Plus Minus bagi Pemerintah Kalau Demokrat Kubu Moeldoko Disahkan
Menanggapi konpers yang dilakukan kubu Moeldoko, Kepala Badan Komunikasi Strategis PD kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Herzaky Mahendra Putra menganggap, konpers tersebut dilakukan untuk menutupi rasa malu karena frustasi setelah laporan mereka ditolak kepolisian.
Herzaky mengaku pihaknya menunggu sikap resmi dan keputusan Kemenkumham terhadap dokumen dan berkas KLB yang diserahkan kubu Moeldoko.
Baca juga: Terancam Jadi Oposisi Tunggal Gara-gara Kisruh Demokrat, Rezeki buat PKS di 2024
"Menunggu sikap Kemenkumham untuk menggugurkan permohonan gerombolan KLB Abal-abal karena tidak memenuhi persyaratan hukum yang diatur dalam Permen Kumham dan bertentangan dengan konstitusi Partai," kata Herzaky, Kamis (25/3/2021).
Lebih lanjut Herzaky mengaku, pihaknya akan terus mengawal gugatan perbuatan melawan hukum yang dilayangkan pihaknya ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, terhadap Jhony Allen Marbun, Darmizal, Marzuki Alie, dan kawan-kawan, atas penggunaan atribut Partai Demokrat dan pelaksanaan KLB yang disebutnya bertentangan dengan hukum.
Maka itu, Herzaky menyatakan pihaknya mengajak semua pihak untuk tidak terpengaruh atas upaya pengalihan isu yang dilakukan para pelaku ‘Begal Politik’.
"Mari kita selamatkan demokrasi dari para pelaku 'Begal Politik' yang terus menebar fitnah dan hoaks," tutur pria yang akrab disapa Zaky itu.
(maf)
Lihat Juga :