Operasi Tersembunyi Tim Aligator Yonif-4 Marinir Bebaskan Sandera di Perairan sigli

Kamis, 25 Maret 2021 - 06:12 WIB
loading...
Operasi Tersembunyi...
Prajurit Koprs Marinir TNI Angkatan Laut (AL). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketangguhan dan kehebatan Hantu Laut, julukan untuk prajurit Marinir dalam menjalankan misi di daerah operasi tidak perlu diragukan lagi. Terbukti, pasukan elite TNI AL yang sebelumnya bernama Korps Komando (KKO) Angkatan Laut ini selalu menorehkan tinta emas dalam setiap palagan.

Seperti yang dilakukan Kompi-D Yonif-4 Mar yang tergabung dalam Tim Aligator. Situasi dan kodisi di daerah operasi menjelang MoU antara pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada Mei 2005 agak sedikit berbeda dengan situasi dan kondisi sebelumnya. Ada beberapa instruksi dari penguasa Darurat Militer yang membatasi manuver satuan satuan TNI seperti instruksi kepada satuan-satuan untuk menahan diri untuk tidak melaksanakan operasi agar tidak mengganggu dan menghambat proses jalannya MoU antara pemerintah RI dengan GAM di Helsinki. Baca juga: Dankormar Lacak Jejak Sejarah Perjalanan Perjuangan Korps Marinir di Jateng

Situsi tersebut saat itu dimanfaatkan oleh kelompok lawan yang tidak bertanggung jawab dengan melaksanakan manuver-manuver di tengah laut untuk mencari dana dengan cara merampok dan meminta tebusan. Pada hari Kamis tanggal 27 Mei 2005 jam 08.30 Wib tepatnya di Desa Jeumeurang Pidie Tim Aligator mendapat laporan dari masyarakat nelayan atas nama Husin, bahwa kapalnya dinaiki OTK sebanyak 4 orang bersenjata campuran dan informasi dari nelayan Lancang Paru bahwa ada kelompok GSA bergerak ke arah barat mengikuti kapal nelayan, sampai dilaut berpindah-pindah ke kapal nelayan lain di perairan Sigli dengan membawa beberapa orang sandera.
Baca juga: Marinir, Hantu Laut Penjaga Kedaulatan NKRI yang Ditakuti Belanda

Menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut Tim Aligator mengumpulkan informasi-informasi tambahan agar informasi tersebut statusnya menjadi A-1, kemudian mereka membuat Rencana Operasi Pembebasan Sandera. Setelah itu Dantim Aligator berkoordinasi dengan atasannya untuk melaksanakan RO yang telah dibuat. Oleh karena situasi saat itu tidak memungkinkan untuk melaksanakan manuver pasukan dikawatirkan berdampak terganggunya proses MoU antara pemerintah RI dengan GAM yang sedang berjalan, maka RO tersebut terhambat sebab bila dilaporkan ke Komando Atas kemungkinan besar tidak akan mendapat persetujuan.

Hal tersebut menjadi dilema, satu sisi prajurit ingin mencari pengalaman bertempur dengan memanfaatkan permohonan dari masyarakat nelayan untuk membebaskan rekan-rekannya yang sedang disandera kelompok GSA, satu sisi lagi hal tersebut melanggar instruksi penguasa Darurat Militer. Berdasarkan kalkulasi tempur serta untung rugi dari RO tersebut maka Dantim Aligator berani mengambil keputusan dan resiko untuk tetap melaksanakan operasi pembebasan sandera dan tidak melaporkan kepada Komando Atas yang selanjutnya disebut Operasi Ilegal.

Dengan sorot mata yang optimis disertai libido bertempur yang tinggi 14 prajurit Marinir dari Tim Aligator dipimpin Lettu Mar Profs Dhegratmen pada hari Senin tanggal 30 Mei 2005 jam 19.00 Wib, melaksanakan gerakan untuk mencari, menemukan dan menghancurkan musuh dengan menggunakan kapal nelayan dalam rangka Operasi Pembebasan Sandera.

Pada hari Selasa tanggal 31 Mei 2005 jam 08.30 Wib Tim Aligator pada posisi CO 050 38’ LU 0960 04‘ BT/ CO. beberapa kapal nelayan dan dilaksanakan pemeriksaan, kemudian terdapat satu kapal (kapal Salam Madina) berusaha meloloskan diri, selanjutnya diberikan tembakan peringatan agar kapal Salam Madina tersebut berhenti. Dari kapal tersebut terlihat salah satu ABK yang berada diluar kapal berteriak dan melambaikan tangan supaya kapal mereka jangan ditembaki, dan dia memberi isyarat bahwa didalam kapal terdapat orang bersenjata.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Profil Kolonel Marinir...
Profil Kolonel Marinir Profs Dhegratmen Syah Akbara, Perwira Petarung yang Jabat Dandenjaka
Pangkormar Pimpin Sertijab...
Pangkormar Pimpin Sertijab 7 Jabatan Strategis, Danbrigif 4 Mar/BS hingga Dandenjaka
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
Rekomendasi
Nikita Mirzani Dituding...
Nikita Mirzani Dituding Suap Hakim Agung Rp4 Miliar, Kuasa Hukum: Itu Fitnah
Profil Francois Letexier,...
Profil Francois Letexier, Wasit Terbaik Diterpa Skandal VAR Piala Dunia 2026
Ini Pemicu Utama Serangan...
Ini Pemicu Utama Serangan AS ke Iran
Berita Terkini
Prabowo Beri Pelukan...
Prabowo Beri Pelukan Hangat Modi, Antar Kepulangan di Bandara YIA
Nadiem Makarim Serahkan...
Nadiem Makarim Serahkan Memori Banding setelah Divonis 10 Tahun Penjara
Sidang Lengkap IV Dewan...
Sidang Lengkap IV Dewan Hisbah 2026, Ketum Persis: Fatwa Harus Jadi Solusi Umat
Petisi Ahli Sampaikan...
Petisi Ahli Sampaikan Aspirasi Organisasi Advokat ke Ketua Baleg DPR
Kejagung Bongkar Modus...
Kejagung Bongkar Modus Rekayasa Uji Lab untuk Ekspor Ilegal Logam Tanah Jarang
Legislator PKB Dukung...
Legislator PKB Dukung Danantara Bongkar Dugaan Fraud Bertahun-tahun di Pos Indonesia
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved