PWNU DKI Butuh Pemimpin yang Lahir dan Besar dari NU
Rabu, 24 Maret 2021 - 23:25 WIB
loading...
Tatang Hidayat, salah satu kandidat ketua PWNU DKI Jakarta. Foto/tangkapan layar TVNU
A
A
A
JAKARTA - Konferensi Wilayah (Konferwil) Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta diagendakan digelar pada 2 April 2021.
Sebagai daerah yang dihuni multi ras dan sekaligus miniatur Indonesia, PWNU DKI Jakarta membutuhkan sosok pemimpin yang benar-benar lahir dan besar dari "rahim" NU.
Sosok itu juga harus siap merawat dan membesarkan NU, tidak memperlakukan NU hanya sebagai kerjaan sampingan. Pernyataan itu disampaikan Tatang Hidayat, salah satu kandidat ketua PWNU DKI Jakarta.
Menurut dia, banyak pusat-pusat atau titik-titik pergerakan NU di Ibu Kota yang selama ini belum dimaksimalkan. "Padahal ruang-ruang tersebut memiliki potensi besar sebagai ruang rekrutmen kader, dan berpeluang besar menjadi kekuatan NU di DKI Jakarta," katanya, Rabu (24/3/2021)
Mantan Sekretaris PW GP Ansor DKI Jakarta itu mengungkapkan, salah satu pintu masuk untuk menanamkan nilai NU adalah melalui Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU).
Baca juga: Hari Jadi ke-68 Nahdlatul Wathan, Wapres: Semoga Semakin Kuat dan Jaya dalam Khittahnya
Dia menjelaskan MKNU bisa dijadikan instrumen untuk memetakan potensi jamaah, sekaligus mempersiapkan kader potensial sebagai pengurus jam'iyah.
“MKNU bukan hanya sebatas legalitas untuk jadi pengurus NU. Tetapi MKNU sebagai pintu masuk untuk mensosialisasikan sikap dasar NU kepada masyarakat Jakarta,” tutur pria yang biasa disapa Babe Tatang.
Ketika nilai tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i'tidal sebagai empat sikap dasar NU ditularkan kepada masyarakat Jakarta, maka ibukota akan menjadi kota yang teduh, dimana semua masyarakat yang masuk DKI akan merasa nyaman dan aman.
Atas hal tersebut, kata dia, peranan NU di Ibu Kota sangat dibutuhkan untuk mewarnai kehidupan masyarakat Jakarta. “Jakarta sebagai Ibu Kota, semua pusat kegiatan ada di sana, mulai dari ekonomi, politik hingga pemerintahan. NU memiliki peluang besar untuk ikut serta berperan, tinggal bagaimana NU mampu mengoptimalkan potensi ruang-ruang yang ada,” tuturnya.
Baca juga: Megawati Lihat Risma Tambah Kurus Setelah Menjadi Menteri
Sebagai daerah yang dihuni multi ras dan sekaligus miniatur Indonesia, PWNU DKI Jakarta membutuhkan sosok pemimpin yang benar-benar lahir dan besar dari "rahim" NU.
Sosok itu juga harus siap merawat dan membesarkan NU, tidak memperlakukan NU hanya sebagai kerjaan sampingan. Pernyataan itu disampaikan Tatang Hidayat, salah satu kandidat ketua PWNU DKI Jakarta.
Menurut dia, banyak pusat-pusat atau titik-titik pergerakan NU di Ibu Kota yang selama ini belum dimaksimalkan. "Padahal ruang-ruang tersebut memiliki potensi besar sebagai ruang rekrutmen kader, dan berpeluang besar menjadi kekuatan NU di DKI Jakarta," katanya, Rabu (24/3/2021)
Mantan Sekretaris PW GP Ansor DKI Jakarta itu mengungkapkan, salah satu pintu masuk untuk menanamkan nilai NU adalah melalui Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU).
Baca juga: Hari Jadi ke-68 Nahdlatul Wathan, Wapres: Semoga Semakin Kuat dan Jaya dalam Khittahnya
Dia menjelaskan MKNU bisa dijadikan instrumen untuk memetakan potensi jamaah, sekaligus mempersiapkan kader potensial sebagai pengurus jam'iyah.
“MKNU bukan hanya sebatas legalitas untuk jadi pengurus NU. Tetapi MKNU sebagai pintu masuk untuk mensosialisasikan sikap dasar NU kepada masyarakat Jakarta,” tutur pria yang biasa disapa Babe Tatang.
Ketika nilai tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i'tidal sebagai empat sikap dasar NU ditularkan kepada masyarakat Jakarta, maka ibukota akan menjadi kota yang teduh, dimana semua masyarakat yang masuk DKI akan merasa nyaman dan aman.
Atas hal tersebut, kata dia, peranan NU di Ibu Kota sangat dibutuhkan untuk mewarnai kehidupan masyarakat Jakarta. “Jakarta sebagai Ibu Kota, semua pusat kegiatan ada di sana, mulai dari ekonomi, politik hingga pemerintahan. NU memiliki peluang besar untuk ikut serta berperan, tinggal bagaimana NU mampu mengoptimalkan potensi ruang-ruang yang ada,” tuturnya.
Baca juga: Megawati Lihat Risma Tambah Kurus Setelah Menjadi Menteri
(dam)
Lihat Juga :