Impor Beras Gaduh, Pemerintah Diharap Perhatikan Nasib Petani

Rabu, 24 Maret 2021 - 21:50 WIB
loading...
Impor Beras Gaduh, Pemerintah...
Mendag Muhammad Lutfi didesak mundur dari jabatannya terkait kegaduhan rencana impor beras di tengah panen raya dan nasib para petani. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi didesak mundur dari jabatannya terkait kegaduhan rencana impor beras di tengah panen raya.

Adapun rencana pemerintah mengimpor beras di tengah panen raya itu menuai protes dari petani dan pengusaha beras. Baca juga: Stok Beras Berlimpah, Ombudsman Minta Impor Ditunda

"Kalau saya jadi beliau, lebih terhormat mundur. Demi petani. Semoga beliau dikasih kesehatan selalu," kata Wakil Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Jakarta Billy Haryanto dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (24/3/2021).

Baca juga: Impor Beras Diprotes, Mendag Siap Mundur

Billy menilai, keputusan Lutfi yang bakal tetap mengimpor beras menunjukkan Menteri Perdagangan itu tak peduli dengan petani lokal.

"Jadi pejabat itu apalagi seorang Mendag, jangan asal bicara tentang impor. Sebelum ambil keputusan, dia harus bener-bener lihat ke bawah (petani) dahulu," ujar Billy.

Baca juga: Fadli Zon Sebut Luar Biasa Nafsu Impor Beras 1 Juta Ton

Billy berpendapat, seharusnya petani menikmati hasil panen dengan harga gabah yang sepadan, bukan menebarkan wacana impor yang membuat harga gabah anjlok.

"Logikanya harus dipakai. Jangan lagi panen malah ingin impor beras," kata pengusaha beras asal Sragen ini.

Dia menuturkan, kondisi saat ini petani tengah terpuruk gara-gara wacana impor beras. Misalnya di Tegal, harga gabah kering anjlok dari Rp 5.000 per kg menjadi Rp 3.500 per kg.

"Cari timing yang pas untuk membuat kebijakan strategis apalagi menyangkut petani. Jangan bicara data atau stok sesaat tapi efeknya kira-kira menguntungkan rakyat atau sekelompok orang," Ujar Billy.

Menurut dia, Lutfi sebagai menteri seharusnya Lutfi bisa menghitung kebutuhan beras yang riil di lapangan. Berkaca dari tahun lalu, Billy mengatakan pemerintah tidak mengimpor beras karena kebutuhan sudah dicukupi dengan hasil petani lokal.

"Kami ini tidak anti impor. Boleh impor tapi waktjnya janhan pas panen raya," tuturnya.

Dia menyarankan mengenai stok agar berkoordinasi dengan Bulog. "Hitung kebutuhan Bulog tiap tahun berapa. Wong sekarang ini Bulog pasarnya sudah ditutup pemerintah sendiri. Kalau impor lagi mau disalurkan ke mana itu beras. Yang sekarang ada saja bingung dilepas ke mana," pungkasnya.

Sekadar diketahui sebelumnya dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI Senin 22 Maret 2021, Mendag Lutfi berkukuh tetap mengimpor beras meski kebijakan itu tidak populer. Soalnya, kata dia, kebijakan itu ada sebelum ia menjabat demi menambah stok cadangan beras sebanyak 1-1,5 juta ton. "Kalau memang salah saya siap berhenti," kata Lutfi.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Beras Dunia Turun...
Harga Beras Dunia Turun Drastis karena Indonesia Tak Impor Tahun Ini?
Anggota DPR Ahmad Yohan...
Anggota DPR Ahmad Yohan Tegaskan Komisi IV Komitmen Perjuangkan Petani Lokal
Fraksi Nasdem DPR Sayangkan...
Fraksi Nasdem DPR Sayangkan Impor Ilegal Beras ke Sabang di Tengah Surplus Beras Nasional
Breaking News! Mentan...
Breaking News! Mentan Bongkar Impor Beras Ilegal 250 Ton di Sabang
Pemerintah Didesak Perketat...
Pemerintah Didesak Perketat Pengawasan dan Perizinan Impor Beras
Eks Komisioner KPK Ingatkan...
Eks Komisioner KPK Ingatkan Pentingnya Penyelesaian Kasus Demurrage Impor Beras
Bagian dari Negosiasi...
Bagian dari Negosiasi Tarif Trump, Indonesia Bakal Impor Beras AS 1.000 Ton
Berbahayanya 1.000 Ton...
Berbahayanya 1.000 Ton Beras Ilegal, Mentan Amran: Penghianatan Terhadap Petani
Diangkut Pakai 6 Kapal,...
Diangkut Pakai 6 Kapal, Mentan Amran Sita 1.000 Ton Beras Ilegal
Rekomendasi
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Prancis di Persimpangan...
Prancis di Persimpangan Mimpi dan Trauma
Berita Terkini
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved