Perjalanan Karier Basrief Arief hingga Menjadi Jaksa Agung
Selasa, 23 Maret 2021 - 11:58 WIB
loading...
Basrief Arief. Foto/Dok SINDO
A
A
A
JAKARTA - Kabar duka datang dari Korps Adhyaksa. Jaksa Agung era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Basrief Arief meninggal dunia, pada hari ini, Selasa (23/3/2021) pukul 10.00 WIB.
Basrief Arief merupakan jaksa karier yang lahir di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, 23 Januari 1947 dan memiliki darah Minang. Sang Ayah Bagindo Bachtiar Arief dan sang ibu, Siti Aminah, berasal dari Padang Pariaman yang kemudian merantau ke wilayah Muara Enim.
Basrief diketahui merupakan anak sulung dari 10 bersaudara. Basrief besar kemudian menikah dengan Asminar yang berasal dari Pekanbaru, Riau, dan dari pernikahannya, dikaruniai tiga orang anak, Abraham Arief, Barnal Arief, dan Elfira Arief serta empat orang cucu.
Baca juga: Basrief Arief Meninggal, Ucapan Dukacita Mengalir
Dia mengikuti sekolah hakim dan jaksa pada selama kurang lebih empat tahun, sejak Tahun 1963 hingga 1967. Setelah itu, Basrief melanutkan pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Andalas jurusan Hukum Perdata. Program Pascasarjananya dia ambil dari Universitas Padjajaran jurusan Hukum Pidana.
Berbagai pendidikan kedinasan yang ditempuhnya setelah bergabung dengan Kejaksaan Agung, antara lain pendidikan-pendidikan Susdas Wira Intel (1987), Trampil Jaksa Pidum (1988), Spadya (1990), Penyelundupan (1992), Sespanas (1995), Lemhanas (1991), serta Perjanjian Indonesia-Prancis (2003) di Prancis.
Basrief Arief mengawali kariernya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Belawan, Sumatera Utara di Tahun 1993. Kemudian berpindah ke Pulau Jawa, dia mendapat amanah sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong, dan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.
Basrief Arief merupakan jaksa karier yang lahir di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, 23 Januari 1947 dan memiliki darah Minang. Sang Ayah Bagindo Bachtiar Arief dan sang ibu, Siti Aminah, berasal dari Padang Pariaman yang kemudian merantau ke wilayah Muara Enim.
Basrief diketahui merupakan anak sulung dari 10 bersaudara. Basrief besar kemudian menikah dengan Asminar yang berasal dari Pekanbaru, Riau, dan dari pernikahannya, dikaruniai tiga orang anak, Abraham Arief, Barnal Arief, dan Elfira Arief serta empat orang cucu.
Baca juga: Basrief Arief Meninggal, Ucapan Dukacita Mengalir
Dia mengikuti sekolah hakim dan jaksa pada selama kurang lebih empat tahun, sejak Tahun 1963 hingga 1967. Setelah itu, Basrief melanutkan pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Andalas jurusan Hukum Perdata. Program Pascasarjananya dia ambil dari Universitas Padjajaran jurusan Hukum Pidana.
Berbagai pendidikan kedinasan yang ditempuhnya setelah bergabung dengan Kejaksaan Agung, antara lain pendidikan-pendidikan Susdas Wira Intel (1987), Trampil Jaksa Pidum (1988), Spadya (1990), Penyelundupan (1992), Sespanas (1995), Lemhanas (1991), serta Perjanjian Indonesia-Prancis (2003) di Prancis.
Basrief Arief mengawali kariernya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Belawan, Sumatera Utara di Tahun 1993. Kemudian berpindah ke Pulau Jawa, dia mendapat amanah sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong, dan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.
Lihat Juga :