Publik Tangkap Kesan Gugus Tugas Tak Sejalan dengan Menteri Kabinet

Selasa, 19 Mei 2020 - 19:31 WIB
loading...
Publik Tangkap Kesan...
Direktur Eksekutif LIMA, Ray Rangkuti menganggap tak jelas defenisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dimaksud oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif LIMA, Ray Rangkuti menganggap tak jelas defenisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dimaksud oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, jika merujuk ke PP Nomor 21 Tahun 2020, PSBB menggariskan bahwa seluruh fasilitas transportasi, keramaian, kantor, sekolah dan rumah ibadah sementara waktu ditutup.

Ray mengatakan dari seluruh defenisi itu, setidaknya pemerintah telah melakukan pelonggaran atas dua hal yakni aktivitas kantor dengan melibatkan pegawai di bawah 45 tahun dan penggunaan moda transfortasi untuk hal-hal yang lebih umum. (Baca juga: Pemerintah Larang Salat Id Berjamaah di Luar Rumah, Ini Penjelasannya )

"Dari sini, PSBB dapat dinyatakan dilonggarkan. Entah menurut defenisi presiden," ujar Ray kepada SINDOnews, Selasa (19/5/2020).

Menurut Ray, memang jika dilihat dari implementasi kebijakan yang muncul nampaknya ada tarik menarik yang cukup alot antara anggota kabinet, khususnya yang berada di jajaran perdagangan dan ekonomi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

"Gugus Tugas seperti agak keberatan dengan berbagai kebijakan anggota kabinet akhir-akhir ini. Sekalipun mereka tidak dapat serta merta menolaknya. Tapi dari berbagai pernyataan mereka di publik memperlihatkan adanya sikap yang terlihat berbeda antara Gugus Tugas dengan anggota kabinet," jelasnya.

Sebut saja, kata Ray, pada kebijakan pelonggaran transportasi, mudik dengan pulang kampung, serta terakhir wacana 'new normal' yang disebut Gugus Tugas bukan ide mereka. (Baca juga: Tolak Pelonggaran PSBB, Lakukan Tes Masif dan Penelusuran Agresif)

"Kesan itu yang kita tangkap. Maka presiden menegaskan tidak ada pelonggaran PSBB. Satu pernyataan yang nampaknya tidak faktual di lapangan," ucap mantan Aktivis 98 asal UIN Jakarta ini menandaskan.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
8 Fakta Kasus Penyekapan...
8 Fakta Kasus Penyekapan dan Penyiksaan Taufik Hidayat, Korban Hilang Sejak 2 Tahun Lalu
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
Berita Terkini
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Mahasiswa UBK Desak...
Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved