Narkoba Kian Marak, Sindikat Diduga Tunggangi Pandemi

Senin, 22 Maret 2021 - 15:06 WIB
loading...
A A A
“Bahwa ada orang yang pakai narkoba karena banyak tinggal di rumah selama pandemi, bisa jadi iya, itu satu sisi. Tapi di sisi lain saya melihatnya ini akibat adanya kelonggaran,” ujarnya kepada KORAN SINDO,Sabtu (20/3).

Dia mencontohkan kasus ketika orang melakukan perjalanan menggunakan jalur darat. Saat pemeriksaan oleh aparat hukum di jalan, fokus bukan pada isi dari barang yang dibawa seseorang, melainkan pada orangnya –dalam hal ini untuk mengantisipasi penyebarluasan pandemi Covid-19. Padahal, sebelum pandemi, barang bawaan bisa dibongkar bahkan diacak-acak oleh petugas demi memastikan tidak ada narkoba.

Pemeriksaan terhadap barang pun juga cenderung dihindari karena meminimalkan potensi penularan virus. Kondisi lengah inilah yang dimanfaatkan jejaring narkoba. “Fokus aparat dalam mencegah peredaran narkoba perlu dinormalkan kembali, memeriksanya harus kembali seperti dulu lagi. Karena hanya dengan cara itu distribusi narkoba akan terputus,” ujarnya.

Selain itu Muradi juga menengarai maraknya peredaran narkoba akibat dari meningkatnya pengiriman paket atau jasa layanan pengantaran logistik selama pandemi. Misalnya, kalau ada pengantaran lalu ditanya apa isinya, bisa saja misalnya pengirim mengatakan kalau itu untuk antigen test, padahal ternyata di dalamnya ada bahan baku sabu atau bahan baku ekstasi.

Hal lain yang juga membuat peredaran narkoba lebih rawan adalah tersedianya fasilitas seperti executive lounge yang sifatnya private dan bisa disewa dua atau tiga jam untuk rapat dan sebagainya. Menurut dia, transaksi bisa saja terjadi di tempat private seperti itu. “Jadi kondisi pandemi memang membuat peredaran lebih mudah. Aparat perlu lebih intensif lagi dalam penegakan hukum,” katanya mengingatkan.

Dia menegaskan bahwa kasus meningkatnya peredaran narkoba di masa pandemi ini bukan karena aparat kalah, tetapi lebih ke soal fokusnya yang kini lebih diarahkan untuk antisipasi penyebaran Covid-19. Untuk itu dia meminta agar fokus pengamanan dibagi.

“Jangan semua fokusnya ke situ (Covid-19), perlu juga ke hal yang lain, termasuk narkoba dan penyelundupan barang lain yang dulunya dilarang bisa saja sekarang marak,” tandasnya.

Laut Jalur Favorit Penyelundupan
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno H Siregar mengungkapkan jumlah kasus peredaran narkoba selama pandemi sebenarnya tidak meningkat, bahkan sebaliknya menurun bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Namun jumlah barang bukti narkotika, khususnya jenis methampetamine (sabu), memang terjadi peningkatan signifikan selama masa pandemi Covid-19,” ujar Krisno kepada KORAN SINDO, Sabtu (20/3).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Kapoksi Komisi III Fraksi...
Kapoksi Komisi III Fraksi Gerindra Apresiasi BNN Bongkar 3,37 Ton Ganja Asal Thailand
Bea Cukai dan BNN Gagalkan...
Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Ganja dari Thailand
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Rekomendasi
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
Liburan Mewah Tetap...
Liburan Mewah Tetap Bisa Hemat: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Berita Terkini
MNC Digital Entertainment...
MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026 Kategori Media dan Hiburan
Kuasa Hukum Dokter Tifa...
Kuasa Hukum Dokter Tifa Tuding Dakwaan JPU Diskriminatif dan Ada Rekayasa Prosedur
Tim Hotman 911 Laporkan...
Tim Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat yang Siksa Perempuan ke Bareskrim
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Kubu Jokowi Sebut Mengulur Waktu
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Pakar Hukum Tegaskan...
Pakar Hukum Tegaskan Karya Jurnalistik Tak Bisa Dijadikan Barang Bukti Persidangan Dokter Tifa
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved