Keadilan Pembiayaan bagi Nelayan Kecil

Senin, 22 Maret 2021 - 06:15 WIB
loading...
A A A
Minimnya akses nelayan kepada sektor perbankan ini dapat dilihat dalam potret penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Porsi penyaluran KUR pada 2020 berdasarkan sektor, yang terbesar disalurkan di sektor perdagangan (42,8%), disusul sektor pertanian (29,3%) dan sektor jasa (15,1%). Sementara itu proporsi sektor perikanan hanya sekitar 1,9% atau sekitar Rp3,8 triliun. Secara keseluruhan, berdasarkan data triwulan III 2020 total penyaluran kredit berdasarkan lapangan usaha sebagian besar masih didominasi sektor perdagangan besar dan eceran serta sektor industri pengolahan dengan porsi masing-masing sebesar 17,01% dan 16,57%. Adapun sektor perikanan hanya sekitar 0,28% dari total penyaluran kredit sebesar Rp5.290 triliun (OJK, 2020).

Inovasi Pembiayaan

Persoalan ini merupakan tantangan yang harus dijawab bersama. Kita mafhum, pemerintah telah berupaya menggali berbagai strategi untuk menjawab persoalan ini. Sejak 1980-an pemerintah telah merancang program untuk membuat skema kredit khusus bagi nelayan, tetapi banyak mengalami kegagalan karena nelayan tidak mampu menyelesaikan pembayaran. Salah satu inisiatif baru yang digulirkan sejak 2015 adalah Program Jaring (Jangkau, Sinergi, dan Guideline), yaitu program inisiatif OJK dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam pembiayaan sektor kelautan dan perikanan. Dari data yang disajikan OJK, program ini mengalami tren positif meskipun secara nominal belum signifikan jumlahnya.

Peluang besar sebenarnya ada pada skema pembiayaan mikro dan kecil non-perbankan yang dianggap lebih mudah diakses nelayan. Salah satunya melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU-LPMUKP) di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan. N amun skema pembiayaan ini juga masih menyisakan banyak persoalan di lapangan. Nelayan banyak mengeluhkan model analisis kelayakan kredit lembaga ini lebih mirip standard operating procedure (SOP) perbankan konvensional sehingga tetap menyulitkan nelayan kecil untuk mengakses pembiayaan.

Keberhasilan pembiayaan bagi nelayan kecil sangat ditentukan oleh kemampuan lembaga keuangan formal seperti perbankan melakukan inovasi strategi pembiayaan yang lebih adaptif. Juga mempromosikan pola pembiayaan yang lebih fleksibel, kemampuan untuk merespons perubahan, dan mampu beradaptasi sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Promosi dan sosialisasi informasi harus menjadi bagian integral dari penguatan infrastruktur institusi perbankan yang menjangkau luas hingga ke kampung-kampung nelayan. Sejalan dengan itu nelayan juga harus memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas usahanya sehingga membantu perbankan memahami karakteristik usaha yang dijalankan. Hal tersebut dapat dilakukan, misalnya memperbaiki manajemen keuangan keluarga, membuat pencatatan data produksi penangkapan perikanan, hingga penerapan best handling practices (cara-cara penanganan ikan hasil tangkapan yang baik). Dalam hal ini organisasi nelayan, penyuluh atau koperasi perikanan dapat mengambil peran untuk melakukan pendidikan dan pendampingan di lapangan.
(war)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HNSI Nilai Kebijakan...
HNSI Nilai Kebijakan BBM Khusus Nelayan Bukti Keberpihakan Presiden Prabowo
Prabowo Bangun 1.582...
Prabowo Bangun 1.582 Kapal Penangkap Ikan, Bakal Dibagikan ke Nelayan
Komisi IV DPR Usul Pemanfaatan...
Komisi IV DPR Usul Pemanfaatan PNBP VMS untuk Nelayan Kecil
Nelayan Minta Perhatian...
Nelayan Minta Perhatian Pemerintah soal Keselamatan Kerja dan Upah Layak
Temui Presiden Prabowo,...
Temui Presiden Prabowo, Menteri KKP Bahas Pembangunan Kampung Nelayan
Prabowo Targetkan 2.000...
Prabowo Targetkan 2.000 Desa Nelayan Akan Dibangun hingga Akhir 2026
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
Akad Massal KUR 1.000...
Akad Massal KUR 1.000 UMKM, BRI bersama Pemerintah Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif di Bali
Pemkab Mimika-Bea Cukai...
Pemkab Mimika-Bea Cukai Papua Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan dan UMKM
Rekomendasi
Chery Kirim Sinyal Kuat...
Chery Kirim Sinyal Kuat Kehadiran J6 Series di GIIAS 2026
5 Data Ini Perlihatkan...
5 Data Ini Perlihatkan Bagaimana Tarif Impor Terbaru Trump Berdampak ke Ekonomi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Malaysia Libas Laos 4-0, Kokoh di Puncak Grup B
Berita Terkini
Gempa M7,1 Guncang Jepang,...
Gempa M7,1 Guncang Jepang, Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban
PWI Cabut Laporan Polisi...
PWI Cabut Laporan Polisi terhadap Hotman Paris
Perindo Bekali Anggota...
Perindo Bekali Anggota Legislatif Strategi Pemenangan dan Pemahaman Teknis Kepemiluan
Anggota DPRD Jatim Ditahan...
Anggota DPRD Jatim Ditahan KPK, Diduga Beri Suap Rp1,5 Miliar demi Jatah Dana Hibah Rp83,4 Miliar
Pakar Hukum Tata Negara...
Pakar Hukum Tata Negara Dorong Ambang Batas Fraksi daripada Ambang Batas Parlemen
Dasar Penetapan Febrie...
Dasar Penetapan Febrie sebagai Tersangka TPPU Dipertanyakan
Infografis
Hati-hati, Ini 5 Efek...
Hati-hati, Ini 5 Efek Puasa Tanpa Sahur bagi Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved