AHY Lebih Melesat dan Moncer ketimbang Ibas, Ini Faktor Penyebabnya

Sabtu, 20 Maret 2021 - 13:20 WIB
loading...
AHY Lebih Melesat dan...
Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto/Dok SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Karier politik Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinilai cepat melesat dan moncer ketimbang sang adik, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) . Padahal, Ibas lebih dahulu terjun ke politik praktis.

Diketahui, AHY kini merupakan ketua umum Partai Demokrat 2020-2025. Meski baru terjun ke politik jelang Pilkada DKI Jakarta 2017, AHY lebih melesat kariernya ketimbang Ibas yang sudah terlebih dahulu terjun menjadi pengurus Demokrat dan anggota DPR RI tiga periode. Ibas kini merupakan wakil ketua umum Partai Demokrat dan ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI.

Pengamat politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam menilai, tentu ada banyak faktor selain jam terbang di balik melesatnya karier AHY. "Namun, AHY merupakan anak SBY yang di-endorse dan disiapkan sebagai putra mahkota sebagai dirigen penerus klan politik Cikeas. Tentu SBY sudah berkalkulasi masak-masak terutama soal kapasitas dan talenta politik," ujar Arif kepada SINDOnews, Jumat (19/3/2021).

Baca juga: Melihat Rekam Jejak AHY dan Ibas di Panggung Politik

Arif juga menilai, AHY lebih luwes dan lebih baik dalam komunikasi politiknya ketimbang Ibas. Selain itu, faktor latar belakang keduanya juga bisa jadi penyebab. "Basic profesi Ibas adalah politisi murni, sementara AHY adalah mantan militer. Dari basic ini tentu memiliki pengalaman yang berbeda sehingga langsung atau tidak berpengaruh di karier politik keduanya," katanya.

Sementara, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengatakan, Ibas memang lebih dulu terjun ke politik. Karena lebih dulu di politik dan kekuasaan (DPR), Ibas dianggap memiliki jejak persoalan yang jika dijadikan ketum PD.

Baca juga: Beredar Poster Deklarasi JK-AHY, DPP dan Demokrat Sulsel Kompak Bilang Begini

"PD bisa disandera oleh lawan-lawan politik. Makanya, AHY lebih dipilih SBY untuk pegang PD, karena relatif tak memiliki kasus-kasus korupsi dan hukum. Sehingga PD bisa jalan. Ketum-ketum partai yang memiliki jejak kasus korupsi, mudah untuk disandera secara politik," kata Ujang.

Ujang menambahkan, di dunia politik orang yang relatif tak punya kasus, mereka akan mudah melesat. "Karena tak tersandera oleh hukum dan politik."
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Menko AHY-Dewan Maritim...
Menko AHY-Dewan Maritim Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas Virtual, AHY Laporkan Penyelamatan Pantura Jawa hingga Transformasi Jaringan Kereta Api
Demokrat: Pemerintah...
Demokrat: Pemerintah Tidak Perlu Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Sumatera Blackout, AHY:...
Sumatera Blackout, AHY: Sedang Diinvestigasi Permasalahan Utama
Rekomendasi
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Jangan Sepelekan Kolesterol...
Jangan Sepelekan Kolesterol Tinggi, Diam-diam Sebabkan Serangan Jantung
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
Berita Terkini
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Prabowo dan Steinmeier...
Prabowo dan Steinmeier Bertemu di Istana Pagi Ini, Perkuat Bilateral IndonesiaJerman
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Mengapa Ekonomi Solid,...
Mengapa Ekonomi Solid, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved