Puisi Curhat SBY Dapat Tandingan: Karma Tak Harus Datang Segera, tapi Pasti
Jum'at, 19 Maret 2021 - 13:33 WIB
loading...
A
A
A
Malam ketika kau membuka jendela tua itu, malam yang tanpa gemerlap bintang seperti masa lalu. Tak ada lagi cahaya rembulan yang mendampingi, tak ada lagi gemerlap bintang.
Deras hujan pujian dimasa jaya, pun telah pergi. Kini tinggal derak degub jantung yang terdengar lirih. Akankah malam-malam yang akan datang, akan menjadi malam yang sama?
Aku tau, aku tau tanpa perlu kau katakan dengan nada lirih. Tentang mata yang sulit terpejam. tentang hati yang terus terjaga dan tentang pikiran yang terus mengembara. Hingga kursi coklat tua itu memanggil.
Cobaan adalah karma. Bukan cobaan yang datang tanpa sebab. Mengapa karma menghampiri mu hari-hari ini? Apa yang telah kau perbuat dan lakukan terhadap sahabat, sahabat yang dulu, memanggul tubuh besar mu menuju masa-masa kejayaan itu?
Baca juga: Moeldoko Memang Dipilih Khusus Kubu KLB Sibolangit untuk Hadapi SBY)
Apa yang telah kau perbuat kepada mereka-mereka, yang hingga kau hari-hari ini merasakan luka? Dan kenapa perih luka itu juga harus anak-anak mu rasakan? Kenapa karma mu harus dirasakan oleh anak-anak mu, menantu-menantu mu dan cucu-cucu mu?
Deras hujan pujian dimasa jaya, pun telah pergi. Kini tinggal derak degub jantung yang terdengar lirih. Akankah malam-malam yang akan datang, akan menjadi malam yang sama?
Aku tau, aku tau tanpa perlu kau katakan dengan nada lirih. Tentang mata yang sulit terpejam. tentang hati yang terus terjaga dan tentang pikiran yang terus mengembara. Hingga kursi coklat tua itu memanggil.
Cobaan adalah karma. Bukan cobaan yang datang tanpa sebab. Mengapa karma menghampiri mu hari-hari ini? Apa yang telah kau perbuat dan lakukan terhadap sahabat, sahabat yang dulu, memanggul tubuh besar mu menuju masa-masa kejayaan itu?
Baca juga: Moeldoko Memang Dipilih Khusus Kubu KLB Sibolangit untuk Hadapi SBY)
Apa yang telah kau perbuat kepada mereka-mereka, yang hingga kau hari-hari ini merasakan luka? Dan kenapa perih luka itu juga harus anak-anak mu rasakan? Kenapa karma mu harus dirasakan oleh anak-anak mu, menantu-menantu mu dan cucu-cucu mu?
Lihat Juga :