Jaga Stabilitas, Izin Impor Dapat Digunakan sebagai Bentuk Antisipasi
Kamis, 18 Maret 2021 - 14:02 WIB
loading...
A
A
A
"Perlu dipertimbangkan bahwa proses impor memakan waktu yang lama dari pembelian hingga distribusinya. Izin impor yang sudah dikeluarkan dapat digunakan sewaktu-waktu dalam merespons permintaan dalam negeri. Antisipasi bertambahnya permintaan beras dari dalam negeri perlu dilakukan menjelang datangnya bulan Ramadan dan juga Idul Fitri," paparnya.
"Impor beras belum terlaksana, jadi belum tahun nanti realisasinya berapa. Sekarang Bulog (Badan Urusan Logistik) juga akan prioritaskan penyerapan domestik dulu. Tapi, impor ini membantu memperkuat stok kita, jadi tidak mungkin akan kekurangan apalagi pas Ramadhan/Lebaran," imbuh dia.
Dengan demikian, bagi CIPS, pemerintah harus memiliki satu data pangan yang akurat dan terbaru (up to date). Soalnya, kan, data pangan sering dijadikan dasar untuk pengambilan kebijakan, termasuk impor," tegasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kata Vera, panen beras lancar dan tidak ada kegagalan panen masif pada tahun ini. Karenanya, CIPS mendorong Bulog memanfaatkan produksi beras hasil panen Maret hingga April 2021 untuk memaksimalkan cadangan beras pemerintah (CBP).
"Sementara itu, izin impor yang dikeluarkan oleh pemerintah dapat digunakan sebagai bentuk antisipasi dari masih kurangnya pasokan beras untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, terutama untuk cadangan bencana maupun krisis pangan," tandasnya.
"Impor beras belum terlaksana, jadi belum tahun nanti realisasinya berapa. Sekarang Bulog (Badan Urusan Logistik) juga akan prioritaskan penyerapan domestik dulu. Tapi, impor ini membantu memperkuat stok kita, jadi tidak mungkin akan kekurangan apalagi pas Ramadhan/Lebaran," imbuh dia.
Dengan demikian, bagi CIPS, pemerintah harus memiliki satu data pangan yang akurat dan terbaru (up to date). Soalnya, kan, data pangan sering dijadikan dasar untuk pengambilan kebijakan, termasuk impor," tegasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kata Vera, panen beras lancar dan tidak ada kegagalan panen masif pada tahun ini. Karenanya, CIPS mendorong Bulog memanfaatkan produksi beras hasil panen Maret hingga April 2021 untuk memaksimalkan cadangan beras pemerintah (CBP).
"Sementara itu, izin impor yang dikeluarkan oleh pemerintah dapat digunakan sebagai bentuk antisipasi dari masih kurangnya pasokan beras untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, terutama untuk cadangan bencana maupun krisis pangan," tandasnya.
(maf)
Lihat Juga :