Marwan Jafar: Ruralisasi, Program Konkret Perbaiki Perekonomian Akibat Pandemi
Kamis, 18 Maret 2021 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
Menurut penelusuran media, pada portal setkab.go.id tanggal 24/9/2020 Presiden Jokowi melalui Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) terbukti telah merespon gagasan terkait ruralisasi. Disebutkan pada tautan tersebut, Menko PMK menyampaikan arahan Presiden bahwa fenomenanya sekarang terbalik, bukan lagi urbanisasi tetapi justru fenomena ruralisasi, yakni orang-orang dari kota yang selama ini mendapatkan lapangan pekerjaan atau penghidupan akan berduyun-duyun kembali ke desa.
"Presiden meminta supaya skema jaring perlindungan sosial, terutama di pedesaan harus dipastikan tepat sasaran, kemudian juga penanggulangan kemiskinan yang sekarang ini digalakkan atau berbagai kementerian supaya dikaitkan dengan ekonomi desa,” ujar Menko PMK saat memberikan keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) secara virtual beberapa waktu lalu.
Marwan juga mengingatkan, cukup banyak desa menjadi sentra produksi atau memiliki produk unggulan buah seperti nanas, manggis, durian atau ikan tuna, umbi porang, batik, sarang burung walet, serta produk tanaman herbal atau obat dan masih banyak lagi yang sudah berorientasi ekspor.
"Dari sisi SDM, guna memasifkan berbagai potensi unggulan desa tersebut, hemat saya ratusan ribu tenaga pendamping dan penyuluh di 12 kementerian--data di Menko PMK menyebut ada 306.267 orang dan 36.384 orang di Kemendes--dapat disinergikan buat mengoptimalkan SDM pedesaan agar makin terampil. Jika mengingat jumlah desa di Indonesia itu 74.953 desa, maka jumlah pendamping tersebut masih kurang. Namun sekali kalau dimaksimalkan peran penyuluh serta bekerja sama dengan relawan dari berbagai kalangan profesional seperti perguruan tinggi, lembaga penelitian, swasta dan seterusnya, kita percaya program unggulan ruralisasi bakal menuai hasil yang signifikan," tandasnya.
"Presiden meminta supaya skema jaring perlindungan sosial, terutama di pedesaan harus dipastikan tepat sasaran, kemudian juga penanggulangan kemiskinan yang sekarang ini digalakkan atau berbagai kementerian supaya dikaitkan dengan ekonomi desa,” ujar Menko PMK saat memberikan keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) secara virtual beberapa waktu lalu.
Marwan juga mengingatkan, cukup banyak desa menjadi sentra produksi atau memiliki produk unggulan buah seperti nanas, manggis, durian atau ikan tuna, umbi porang, batik, sarang burung walet, serta produk tanaman herbal atau obat dan masih banyak lagi yang sudah berorientasi ekspor.
"Dari sisi SDM, guna memasifkan berbagai potensi unggulan desa tersebut, hemat saya ratusan ribu tenaga pendamping dan penyuluh di 12 kementerian--data di Menko PMK menyebut ada 306.267 orang dan 36.384 orang di Kemendes--dapat disinergikan buat mengoptimalkan SDM pedesaan agar makin terampil. Jika mengingat jumlah desa di Indonesia itu 74.953 desa, maka jumlah pendamping tersebut masih kurang. Namun sekali kalau dimaksimalkan peran penyuluh serta bekerja sama dengan relawan dari berbagai kalangan profesional seperti perguruan tinggi, lembaga penelitian, swasta dan seterusnya, kita percaya program unggulan ruralisasi bakal menuai hasil yang signifikan," tandasnya.
(cip)
Lihat Juga :