Brantas Abipraya Tata Kawasan Labuan Bajo, Siap Jadi Destinasi Super Prioritas
Selasa, 16 Maret 2021 - 17:46 WIB
loading...
Begini gambar ilustrasi Zona 3 KSPN di Kawasan Pantai Marina Bukit Pramuka yang sedang digarap Brantas Abipraya. Pekerjaan penataan KSPN ini bakal memperkuat Labuan Bajo menjadi destinasi wisata super prioritas.
A
A
A
JAKARTA - PT Brantas Abipraya (Persero) dipercaya untuk menyulap Kawasan Pantai Marina Bukit Pramuka, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Proyek yang mulai dikerjakan pada pertengahan 2020 lalu, saat ini telah mencapai 13,67 persen. Kawasan ini digadang akan menyokong Labuan Bajo menjadi kota tepian air atau waterfront city berkelas dunia.
Miftakhul Anas, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, mengatakan bahwa pihaknya kebut proyek yang dikerjakan September tahun lalu ini agar dapat tuntas sesuai target, yaitu akhir tahun ini. "Kerja cepat, namun dalam penyelesainnya kami berfokus pada mutu, kualitas, serta tak luput mengutamakan kesehatan dan keselamatan para pekerja proyek,” ujarnya.
Menurut dia, proyek yang dimulai pada 29 September 2020 dan ditargetkan akan rampung pada 31 Desember 2021 dengan total pelaksanaan pengerjaan selama 15 bulan ini juga akan menonjolkan sisi artistik.
Pengerjaan proyek ini, kata dia, selaras dengan arahan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, yaitu menekankan unsur seni dan estetika. "Kecantikan Labuan Bajo harus tetap dijaga, karena daerah wisata ini akan berpotensi menjadi waterfront terbaik di dunia," katanya.
Proyek yang mulai dikerjakan pada pertengahan 2020 lalu, saat ini telah mencapai 13,67 persen. Kawasan ini digadang akan menyokong Labuan Bajo menjadi kota tepian air atau waterfront city berkelas dunia.
Miftakhul Anas, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, mengatakan bahwa pihaknya kebut proyek yang dikerjakan September tahun lalu ini agar dapat tuntas sesuai target, yaitu akhir tahun ini. "Kerja cepat, namun dalam penyelesainnya kami berfokus pada mutu, kualitas, serta tak luput mengutamakan kesehatan dan keselamatan para pekerja proyek,” ujarnya.
Menurut dia, proyek yang dimulai pada 29 September 2020 dan ditargetkan akan rampung pada 31 Desember 2021 dengan total pelaksanaan pengerjaan selama 15 bulan ini juga akan menonjolkan sisi artistik.
Pengerjaan proyek ini, kata dia, selaras dengan arahan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, yaitu menekankan unsur seni dan estetika. "Kecantikan Labuan Bajo harus tetap dijaga, karena daerah wisata ini akan berpotensi menjadi waterfront terbaik di dunia," katanya.
Lihat Juga :