Rustini Muhaimin Mewarnai bersama Korban Pergeseran Tanah di Purwakarta
Sabtu, 13 Maret 2021 - 10:53 WIB
loading...
Rustini Muhaimin Iskandar, salah satu pembina Perempuan Bangsa terjun langsung ke lokasi pengungsian 147 KK korban pergeseran tanah di Kampung Cirangkong, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Situasi pandemi COVID-19 tidak mengurangi langkah Perempuan Bangsa dalam membantu korban bencana alam. Rustini Muhaimin Iskandar, salah satu Pembina organisasi sayap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini terjun langsung ke lokasi pengungsian 147 KK korban pergeseran tanah di Kampung Cirangkong, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta . Dirinya menghibur anak-anak pengungsi dengan mewarnai bersama.
"Bencana pergeseran tanah yang membuat tempat tinggal mereka rusak, roboh, dan hilang pasti menyisakan trauma bagi anak-anak. Kesedihan, murung dengan situasi yang membuat mereka tidak bisa beraktivitas seperti biasanya," kata Rustini dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/3/2021).
Dirinya berharap, kegiatan trauma healing ini dapat mengembalikan keceriaan anak-anak. "Bencana pergeseran tanah ini berbeda dengan bencana banjir. Setelah banjir berakhir, rumah dibersihkan dan bisa ditempati kembali. Kalau longsor, rumah mereka rusak bahkan hilang atau habis dan kita juga tidak tahu kapan pergeseran tanah ini berhenti. Setelah berhenti, rumah mereka juga sudah tidak ada," tutur istri Gus Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) ini.
Baca juga: Perempuan Bangsa Fokuskan Trauma Healing Korban Bencana
Dengan situasi bencana yang berbeda tersebut, Rustini berharap agar Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat memberikan perhatian kepada korban dengan melakukan relokasi. "Mereka membutuhkan tempat yang aman," ujarnya.
Selain mewarnai dan bermain bersama anak-anak, Perempuan Bangsa juga memberikan bantuan berupa sembilan bahan pokok (sembako), alat bermain dan mewarnai, obat-obatan dan selimut.
"Bencana pergeseran tanah yang membuat tempat tinggal mereka rusak, roboh, dan hilang pasti menyisakan trauma bagi anak-anak. Kesedihan, murung dengan situasi yang membuat mereka tidak bisa beraktivitas seperti biasanya," kata Rustini dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/3/2021).
Dirinya berharap, kegiatan trauma healing ini dapat mengembalikan keceriaan anak-anak. "Bencana pergeseran tanah ini berbeda dengan bencana banjir. Setelah banjir berakhir, rumah dibersihkan dan bisa ditempati kembali. Kalau longsor, rumah mereka rusak bahkan hilang atau habis dan kita juga tidak tahu kapan pergeseran tanah ini berhenti. Setelah berhenti, rumah mereka juga sudah tidak ada," tutur istri Gus Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) ini.
Baca juga: Perempuan Bangsa Fokuskan Trauma Healing Korban Bencana
Dengan situasi bencana yang berbeda tersebut, Rustini berharap agar Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat memberikan perhatian kepada korban dengan melakukan relokasi. "Mereka membutuhkan tempat yang aman," ujarnya.
Selain mewarnai dan bermain bersama anak-anak, Perempuan Bangsa juga memberikan bantuan berupa sembilan bahan pokok (sembako), alat bermain dan mewarnai, obat-obatan dan selimut.
Lihat Juga :