Perempuan Bangsa Fokuskan Trauma Healing Korban Bencana
Sabtu, 30 Januari 2021 - 22:14 WIB
loading...
Ketua Perempuan Bangsa, Siti Mukaromah saat memberikan trauma healing kepada korban bencana. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Perempuan Bangsa memberikan bantuan korban bencana alam di Indonesia, seperti banjir bandang dan longsor di Bogor, gempa bumi di Sulawesi Barat, serta banjir di Kalimantan Selatan, Kabupaten Jember Jawa Timur, dan Manado. Bantuan diberikan sesuai dengan kebutuhan di masing-masing lokasi bencana, khususnya terkait perempuan dan anak-anak.
"Perempuan dan anak sangat rentan dalam kondisi bencana, terlebih lagi saat ini juga masing berlangsung pandemi COVID-19. Selain harus menyelamatkan diri dari bencana, pengungsi juga tetap harus menjaga protokol kesehatan," kata Ketua Perempuan Bangsa, Siti Mukaromah, di Jakarta, Sabtu (30/1/2021).
Menurutnya, kebutuhan tiap daerah pengungsian berbeda-beda. Misalnya di Bogor dan Sulawesi Barat, pengungsi membutuhkan trauma healing.
Baca juga: 2 Jam Akses Cimahi-Parongpong Lumpuh, Tebing Setinggi 5 Meter Longsor
Pada Minggu sore, Tim Perempuan Bangsa menyapa warga korban banjir di lokasi pengungsian di PTPN VIII, Jalan Raya Puncak KM 87 RT 01/02 Desa Tugu Selatan Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Mereka bersama-sama melakukan aktivitas bermain dan menghibur anak-anak, yakni mendongeng dan bermain, kuis untuk membagikan hadiah-hadiah serta mainan. DPP Perempuan Bangsa juga membantu fasilitasi pengadaan air bersih.
"Mereka butuh tidak hanya bantuan secara fisik seperti pakaian ataupun makanan. Kita juga membantu mereka secara psikologis, bagaimana agar dapat mengurangi trauma akibat gempa. Dan ketika gempa di Ambon, saat itu sebelum pandemi kami bermain bersama, mewarnai, dan bernyanyi bersama. Anak-anak terkesan dan senang," papar Erma yang juga Anggota Komisi VI DPR RI ini.
Selain trauma healing dan alat bermain, organisasi perempuan sayap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga memberikan bantuan berupa handuk, buku tulis, pembalut wanita, makanan, gula, pakaian dalam, obat-obatan, makanan ibu hamil serta makanan pendamping ASI.
"Perempuan dan anak sangat rentan dalam kondisi bencana, terlebih lagi saat ini juga masing berlangsung pandemi COVID-19. Selain harus menyelamatkan diri dari bencana, pengungsi juga tetap harus menjaga protokol kesehatan," kata Ketua Perempuan Bangsa, Siti Mukaromah, di Jakarta, Sabtu (30/1/2021).
Menurutnya, kebutuhan tiap daerah pengungsian berbeda-beda. Misalnya di Bogor dan Sulawesi Barat, pengungsi membutuhkan trauma healing.
Baca juga: 2 Jam Akses Cimahi-Parongpong Lumpuh, Tebing Setinggi 5 Meter Longsor
Pada Minggu sore, Tim Perempuan Bangsa menyapa warga korban banjir di lokasi pengungsian di PTPN VIII, Jalan Raya Puncak KM 87 RT 01/02 Desa Tugu Selatan Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Mereka bersama-sama melakukan aktivitas bermain dan menghibur anak-anak, yakni mendongeng dan bermain, kuis untuk membagikan hadiah-hadiah serta mainan. DPP Perempuan Bangsa juga membantu fasilitasi pengadaan air bersih.
"Mereka butuh tidak hanya bantuan secara fisik seperti pakaian ataupun makanan. Kita juga membantu mereka secara psikologis, bagaimana agar dapat mengurangi trauma akibat gempa. Dan ketika gempa di Ambon, saat itu sebelum pandemi kami bermain bersama, mewarnai, dan bernyanyi bersama. Anak-anak terkesan dan senang," papar Erma yang juga Anggota Komisi VI DPR RI ini.
Selain trauma healing dan alat bermain, organisasi perempuan sayap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga memberikan bantuan berupa handuk, buku tulis, pembalut wanita, makanan, gula, pakaian dalam, obat-obatan, makanan ibu hamil serta makanan pendamping ASI.
Lihat Juga :