Dirikan Lembaga Ini, Wali Kota Banda Aceh Sukses Lepaskan UMKM dari Jeratan Rentenir
Rabu, 10 Maret 2021 - 20:55 WIB
loading...
Wali Kota Banda Aceh Aminulah Usman saat memaparkan visi dan misi Kota Banda Aceh dalam kepemimpinannya selama 4 tahun pada acara Indonesia Visonary Leader Season VII di iNews Tower, Jakarta. Foto/SINDOnews/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menegaskan fokus pada pengembangan sektor perdagangan di Kota Banda Aceh. Salah satunya mengembangkan usaha menengah kecil dan mikro (UMKM).
Jumlah UMKM di Banda Aceh pun terus mengalami peningkatan. Misalnya saja pada tahun 2017, jumlah UMKM sebanyak 8.225 unit. Lalu di tahun 2018 naik menjadi 10.994 UMKM. Kemudian meningkat lagi tahun 2019 menjadi 12.012 UMKM. Pada tahun 2020 juga mengalami kenaikan menjadi 15.107 UMKM.
Dia mengaku beberapa tahun lalu UMKM di Banda Aceh selalu terjerat dengan rentenir. “Jadi kami mendirikan lembaga keuangan mikro syariah, PT Mahirah Muamalah Syariah Banda Aceh yang jadi solusi persoalan bagi pelaku usaha kecil,” ungkap Aminullah saat berbicara dalam Indonesia Visionary Leader (IVL) Season VII di iNews Center, Rabu (10/3/2021).
Dia menyebut sebelum adanya PT Mahirah Muamalah 80% pelaku usaha kecil yang disurvei mengaku berurusan dengan rentenir. Namun setelah tahun kedua PT Mahirah Muamalah didirikan, jumlahnya terus menurun.
“Di tahun kedua setelah kita dirikan persentasenya menurun menjadi 14 persen. Tahun 2020 menjadi 2 persen,” katanya. Baca juga:
6 Kepala Daerah Presentasikan Visinya di IVL Season VII Hari ini
Jumlah UMKM di Banda Aceh pun terus mengalami peningkatan. Misalnya saja pada tahun 2017, jumlah UMKM sebanyak 8.225 unit. Lalu di tahun 2018 naik menjadi 10.994 UMKM. Kemudian meningkat lagi tahun 2019 menjadi 12.012 UMKM. Pada tahun 2020 juga mengalami kenaikan menjadi 15.107 UMKM.
Dia mengaku beberapa tahun lalu UMKM di Banda Aceh selalu terjerat dengan rentenir. “Jadi kami mendirikan lembaga keuangan mikro syariah, PT Mahirah Muamalah Syariah Banda Aceh yang jadi solusi persoalan bagi pelaku usaha kecil,” ungkap Aminullah saat berbicara dalam Indonesia Visionary Leader (IVL) Season VII di iNews Center, Rabu (10/3/2021).
Dia menyebut sebelum adanya PT Mahirah Muamalah 80% pelaku usaha kecil yang disurvei mengaku berurusan dengan rentenir. Namun setelah tahun kedua PT Mahirah Muamalah didirikan, jumlahnya terus menurun.
“Di tahun kedua setelah kita dirikan persentasenya menurun menjadi 14 persen. Tahun 2020 menjadi 2 persen,” katanya. Baca juga:
6 Kepala Daerah Presentasikan Visinya di IVL Season VII Hari ini
Lihat Juga :