Doni Monardo Ungkap Alasan Kebijakan di Awal Pandemi Berubah-ubah

Selasa, 09 Maret 2021 - 10:49 WIB
loading...
Doni Monardo Ungkap...
Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Doni Monardo mengungkapkan penyebab penanganan di awal pandemi virus corona selalu berubah. FOTO/DOK.BNPB
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 , Doni Monardo mengungkapkan penyebab penanganan di awal pandemi virus corona selalu berubah.

Menurut Doni, salah satu penyebabnya karena kebijakan dari World Health Organization (WHO) juga selalu berubah-ubah terkait dengan pandemi COVID-19 ini. Apalagi, musuh yang dihadapi yaitu virus Covid-19 juga baru. Bahkan, banyak negara tidak hanya Indonesia juga bimbang dalam menghadapi pandemi ini.

"Kemudian juga kita juga belum tahu musuhnya seperti kegiatan banyak negara bimbang. Bahkan WHO sendiri kebijakannya berubah-ubah," kata Doni dalam dialog pada Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 Hari ke-4 secara virtual, Kamis (9/3/2021).

Baca juga: Buka Masa Sidang DPR, Puan Sebut Prolegnas Fokus Revisi UU ITE dan Penanganan Covid-19

Doni mencontohkan, terkait arahan penggunaan masker. Pada saat awal pandemi COVID-19 diwajibkan menggunakan masker. Namun kemudian ada imbauan bahwa masker hanya untuk orang sakit. Namun akhirnya berubah lagi bahwa masker adalah wajib.

"Saya pada saat pertama sekali memberikan penjelasan itu menggunakan masker sempat dilarang oleh salah satu petugas kesehatan internasional. Pak Doni, Anda jangan menggunakan masker. Masker hanya digunakan untuk mereka yang sakit. Akhirnya saya melepas masker. Tapi akhirnya berubah lagi," kata Doni.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Kasus APD Covid-19,...
Kasus APD Covid-19, KPK Ajukan Banding atas Vonis 3 Tahun Eks Pejabat Kemenkes
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Korupsi APD Covid-19,...
Kasus Korupsi APD Covid-19, Mantan Pejabat Kemenkes Divonis 3 Tahun Penjara
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Sinopsis The Value of...
Sinopsis The Value of Patience: Perjuangan Alex Mengejar Cinta dan Masa Depan
Berita Terkini
PPATK Ungkap Perputaran...
PPATK Ungkap Perputaran Dana Judi Online Turun hingga Rp286,84 Triliun di Era Prabowo
Yane Bima Arya Harap...
Yane Bima Arya Harap Setiap Anak Peroleh Kasih Sayang dan Rasa Aman
90 AKBP Dapat Promosi...
90 AKBP Dapat Promosi Jabatan Jadi Kombes Pol pada Mutasi Juni 2026, Ini Namanya
Samin Tan Cs Segera...
Samin Tan Cs Segera Disidang Kasus Korupsi Tambang
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Infografis
Ini Alasan Mengapa Tanaman...
Ini Alasan Mengapa Tanaman Ganja Harus Ditanam di Ketinggian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved