Soal Isu Periode Ketiga Jokowi, Refly Harun: Kekuasaan Itu Memabukkan

Senin, 08 Maret 2021 - 15:58 WIB
loading...
Soal Isu Periode Ketiga...
Meskipun meragukan Jokowi ingin mengubah konstitusi, Refly Harun menyadari bahwa memegang kekuasaan terkadang membuat orang mabuk. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Di luar hitungan matematika, amandemen Pasal 7 UUD 1945 tetap berat dilakukan. Sebab perpanjangan periode masa jabatan presiden potensial membuat benturan kepentingan partai-partai koalisi pemerintah, lawan politik Presiden Jokowi , bahkan bisa ditentang PDIP sendiri.

”Apa mau Gerindra mendukung misalnya, karena ingin Prabowo yang menjadi presiden di 2024 dengan jumlah 78 kursi di DPR. Nasdem juga begitu. Intinya banyak yang mau menjadi presiden, termasuk Puan Maharani kalau melihat ada peluang menjadi presiden,” ujar guru besar hukum tata negara Refly Harun dalam video terbaru di saluran youtube miliknya, Senin (8/3/2021).

(Baca:Melihat Kiprah Moeldoko yang Pernah Bertugas Sebagai Dandim Jakarta Pusat hingga Kasdam Jaya)

Refly berpendapat untuk mengubah konstitusi tidak gampang karena membutuhkan kekompakan elite. Selain itu secara global sejarah perubahan konstitusi tidak pernah terjadi pada situasi normal. Selain reformasi 1998, Refly mencontohkan Thailand dan Filipina yang mengubah konstitusi ketika terjadi gonjang ganjing politik.

”Thailand mengubah konstitusi pada 1978 setelah terjadi kudeta dan terjadi lagi setelah ada gerakan-gerakan politik. Filipina juga mengubah konstitusi setelah people power yang menjatuhkan Ferdinand Marcos pada 1986,” kata Refly
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Refly Harun Bicara Perlunya...
Refly Harun Bicara Perlunya Gali Informasi dari Kasmudjo di Kasus Ijazah Jokowi
Refly Harun: Jokowi...
Refly Harun: Jokowi Takut jika Polemik Ijazah Dibawa ke Persidangan
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Kasus Ijazah Palsu Jokowi...
Kasus Ijazah Palsu Jokowi Janggal, Troya Minta Kejati DKI Kembalikan SPDP ke Polisi
Partai Demokrat Ancam...
Partai Demokrat Ancam Gugat Trump Terkait Perang Iran
Rekomendasi
Passing Grade Terbaik...
Passing Grade Terbaik se-Kediri, Mas Dhito Antar Siswa Boarding School Masuk PT
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
Berita Terkini
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Pakar Hukum Dukung Kejagung...
Pakar Hukum Dukung Kejagung Terapkan TPPU untuk Ungkap Korupsi Makan Bergizi Gratis
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa 18 Juni, Kejagung Dalami 26 Tokoh Terkait Kasus Korupsi MBG
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved