Relawan Jokowi: Manuver Moeldoko Salah, KLB Demokrat Justru Untungkan SBY-AHY
Minggu, 07 Maret 2021 - 16:42 WIB
loading...
Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit, Sumatera Utara (Sumut), mendapat sorotan banyak pihak, tak terkecuali kelompok relawan Jokowi. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit, Sumatera Utara (Sumut), mendapat sorotan banyak pihak, tak terkecuali kelompok relawan Jokowi.
Adapun KLB bikinan mereka yang kontra dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu menetapkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI Purnawirawan Moeldoko sebagai ketua umum partai berlambang mercy itu.
Baca juga: Demokrat DKI Siap Pecat Kader yang Tidak Loyal ke AHY
Relawan Jokowi Mania (Joman) menilai pengambilalihan Partai Demokrat itu tidak beretika politik dan berbahaya buat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan demokrasi. Ketua Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer berpendapat, baru pertama kali di era reformasi, pejabat Istana terlibat langsung merebut partai politik.
"Dengan segala hormat, apa yang dilakukan Moeldoko tidak baik. Ini jelas pastinya bisa mengganggu pikiran Presiden Jokowi," kata pria yang akrab disapa Noel ini dalam keterangannya, Minggu (7/3/2021).
Baca juga: Sindir Mahfud MD, Warganet Voting Ketua Umum Partai Demokrat
Aktivis 98 ini meyakini, Presiden Jokowi sama sekali tidak terlibat dalam KLB. Jadi, menurut Noel, salah jika Istana dituduh mengintervensi konflik Partai Demokrat. Dia juga meyakini bahwa perebutan Partai Demokrat adalah konflik internal lama.
Adapun KLB bikinan mereka yang kontra dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu menetapkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI Purnawirawan Moeldoko sebagai ketua umum partai berlambang mercy itu.
Baca juga: Demokrat DKI Siap Pecat Kader yang Tidak Loyal ke AHY
Relawan Jokowi Mania (Joman) menilai pengambilalihan Partai Demokrat itu tidak beretika politik dan berbahaya buat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan demokrasi. Ketua Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer berpendapat, baru pertama kali di era reformasi, pejabat Istana terlibat langsung merebut partai politik.
"Dengan segala hormat, apa yang dilakukan Moeldoko tidak baik. Ini jelas pastinya bisa mengganggu pikiran Presiden Jokowi," kata pria yang akrab disapa Noel ini dalam keterangannya, Minggu (7/3/2021).
Baca juga: Sindir Mahfud MD, Warganet Voting Ketua Umum Partai Demokrat
Aktivis 98 ini meyakini, Presiden Jokowi sama sekali tidak terlibat dalam KLB. Jadi, menurut Noel, salah jika Istana dituduh mengintervensi konflik Partai Demokrat. Dia juga meyakini bahwa perebutan Partai Demokrat adalah konflik internal lama.
Lihat Juga :