Masyarakat Indonesia Tak Lagi Anggap Gempa dan Tsunami sebagai Peristiwa Horor

loading...
Masyarakat Indonesia Tak Lagi Anggap Gempa dan Tsunami sebagai Peristiwa Horor
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan saat ini masyarakat hingga level desa sudah tidak menganggap bencana gempa dan tsunami adalah peristiwa horor. FOTO/ILUSTRASI/DOK.SINDOnews
JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ), Dwikorita Karnawati mengatakan saat ini masyarakat hingga level desa sudah tidak menganggap bencana gempa dan tsunami adalah peristiwa horor. Ini berbeda pada sebelum 2018, di mana masyarakat masih menganggap bahwa bencana gempa dan tsunami menakutkan dan tabu untuk dibicarakan.

Hal itu diungkapkan Dwikorita dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) Tahun 2021 secara virtual, Jumat (5/3/2021). Bahkan, Dwikorita menceritakan ketika BMKG sempat dipanggil oleh Polda ketika mengadakan seminar tentang megathrust.

"Jadi sekarang ini era keterbukaan ya. Di tahun 2018, saat BMKG mengadakan seminar tentang megathrust itu akhirnya kami dipanggil di Polda. Termasuk yang termasuk yang memaparkan itu pakar gempa dan tsunami di Polda menjadi perkara dan bisa terancam kurungan. Itu sekitar bulan April 2018," katanya.

Baca juga: Kegempaan Selatan Jatim Meningkat, Kepala BMKG Pusat Peringatkan Ancaman Tsunami

"Tetapi nampaknya, kehendak Allah mungkin beda ya. Akhirnya, 2018 juga di akhir tahun, wilayah yang kami bahas terkena tsunami. Meskipun bukan karena gempa bumi," kata Dwikorita.



Ia mengatakan bahwa pelajaran ini yang menjadikan masyarakat tidak tabu membahas gempa dan tsunami. "Tetapi ini menjadikan pelajaran bersama bagi kami dan juga bagi masyarakat bahwa membahas tsunami itu tidak tabu. Karena memang baru beberapa bulan dibahas, eh tsunaminya datang betulan," katanya.

"Nah, jadi ini pertolongan Allah. Akhirnya kita sangat harmonis lah dengan aparat. Aparat juga sangat sportif, pimpinan daerah juga sangat sportif, masyarakatnya juga sangat sportif," kata Dwikorita.

Baca juga: Luhut Ingatkan Megathrust Berpotensi Tsunami di Pantai Barat Sumatera dan Selatan Jawa

Untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang mitigasi bencana tsunami, BMKG dengan sejumlah pihak termasuk BNPB melaksanakan ekspedisi Destana pada 2019. "Dan alhamdulillah BNPB bersama dengan berbagai pihak termasuk dengan BMKG melakukan ekspedisi Destana dari ujung Pulau Jawa dari Banyuwangi sampai Banten itu tahun 2019," katanya.



"Nah, hari ini mulai bulan lalu, kami melacak ulang jalur Destana yang dicanangkan BNPB, setiap desa yang kami kunjungi benar-benar membekas itu, masyarakatnya menjadi siap terutama BPBD ya, relawannya memahami gempa bumi dan tsunami itu tidak tabu," kata Dwikorita.

"Jadi saat ini masyarakat sampai di level desa tidak menganggap tsunami dan gempa ini horor. Nah ini terima kasih ya kerja sama dengan BNPB dan semua pihak," kata Dwikorita.

(abd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top