Pengamat: Isu KLB Demokrat Cukup Mengagetkan

Jum'at, 05 Maret 2021 - 09:26 WIB
loading...
Pengamat: Isu KLB Demokrat...
KLB akan dilaksanakan 5-7 Maret 2021 di Deliserdang, dan diduga bakal dihadiri Kepala Staf Presiden, Moeldoko dan sejumlah kader yang telah diberhentikan. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Konflik internal Partai Demokrat (PD) semakin tinggi setelah isu Kongres Luar Biasa (KLB) terus beredar di masyarakat. Bahkan, KLB akan dilaksanakan 5-7 Maret 2021 di Deliserdang, Sumatera Utara dan diduga bakal dihadiri Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko dan sejumlah kader partai yang telah diberhentikan seperti Marzuki Alie, Jhoni Allen Marbun, Darmizal dan mantan kader PD lainnya.

Baca juga: Isu Kudeta Partai Menuju Kenyataan, Politikus Demokrat: Siapa yang Restui?

Analis Politik Universitas Paramadina, Khoirul Umam menilai, isu KLB ini memang cukup mengagetkan bagi pengurus PD mengingat sebelumnya orang-orang yang dituding sebagai Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan (GPK-PD) menyangkal.

"Memang cukup mengherankan mencermati persistennya upaya melakukan KLB ilegal oleh mantan-mantan kader Demokrat, walaupun syarat-syarat KLB menurut AD/ART partainya itu tidak mungkin dipenuhi, karena terkait persetujuan ketua MTP," kata Khoirul Umam saat dihubungi, Jumat (5/3/2021).

Baca juga: Dicatut Fasilitasi KLB Partai Demokrat, GAMKI Bentuk Tim Pencari Fakta

"Masyarakat jadi menduga-duga, persistensi kelompok GPK-PD itu tidak lepas dari siapa di balik arus kelompok itu. Yang pasti, tampak jelas cara mareka cukup sistematis dan diback up oleh elemen-elemen eksternal, termasuk pihak yang bisa menyadap komunikasi dan akun-akun pribadi pengurus PD," imbuhnya.

Lebih lanjut Umam mengatakan, jika sampai KLB PD itu berakhir sebagaimana dialami partai lain seperti Partai Berkarya, maka hal itu akan mengkonfirmasi bahwa pemerintah diduga melakukan pembiaran atas upaya pembusukan di internal PD. Kondisi ini juga mengonfirmasi dugaan adanya 'pelemahan' kekuatan oposisi karena PD salah satu dianggap partai oposisi.

"PDIP sebagai partai penguasa pernah merasakan bagaimana partainya dipersekusi di zaman Orba. Jika Presiden Jokowi dan pemerintah serius pada komitmen demokrasi, seharusnya ikut melindungi eksistensi Demokrat, untuk demokrasi yang sehat. Rakyat akan melihat seperti apa sebenarnya kualitas komitmen demokrasi pemerintahan ini," ucap Umam.

Selain itu, Umam juga mengusulkan agar pemerintah mengevaluasi keterlibatan Moeldoko dalam GPK-PD ini. "Jika memang terlibat, Presiden Jokowi harus mengevaluasi posisi Moeldoko di pemerintahan saat ini," tutupnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kongres Luar Biasa KOWANI...
Kongres Luar Biasa KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru
KOWANI Gelar KLB, Upaya...
KOWANI Gelar KLB, Upaya Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Demokrat: Pemerintah...
Demokrat: Pemerintah Tidak Perlu Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol
Demokrat Serahkan Urusan...
Demokrat Serahkan Urusan Reshuffle Kabinet ke Presiden: Supaya Bisa Bekerja dengan Nyaman
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Partai Demokrat Ancam...
Partai Demokrat Ancam Gugat Trump Terkait Perang Iran
Perkuat Akar Rumput,...
Perkuat Akar Rumput, BMI Demokrat Gelar Muscab dan Pelantikan Serentak se-Tegal Raya
Rekomendasi
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Berita Terkini
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
KPK Periksa Bupati Muara...
KPK Periksa Bupati Muara Enim Edison setelah OTT ASN BPK
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
64 PSE Sudah Lapor ke...
64 PSE Sudah Lapor ke Komdigi, Nurul Arifin Berharap Angkanya Terus Meningkat
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Infografis
Lima Keistimewaan Bulan...
Lima Keistimewaan Bulan Rabiul Awal yang Cukup Populer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved