BRGM: Rehabilitasi Mangrove Harus Libatkan Masyarakat
Kamis, 04 Maret 2021 - 02:16 WIB
loading...
Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono mengatakan, eksistensi mangrove harus terus dijaga dan dilindungi. Foto/SINDOnews/Faorick Pakpahan
A
A
A
BANTEN - Ekosistem mangrove memiliki peran penting, terutama fungsi fungsi ekologi dalam mengurangi dampak perubahan iklim seperti mengurangi risiko gelombang dan cuaca ekstrem , melindungi pantai dari abrasi atau erosi pantai, menghambat intrusi air laut, dan menjaga kualitas air dari ancaman polusi.
Tak hanya itu, mangrove atau yang dikenal juga dengan bakau ternyata dapat bernilai secara sosial ekonomi. Tanaman tersebut bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam penyediaan makanan, kayu, bahan bakar, obat-obatan, dan habitat berbagai flora dan fauna.
Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono mengatakan, eksistensi mangrove harus terus dijaga dan dilindungi. Lantaran itu, dia menegaskan bahwa lembaganya siap melaksanakan tugas percepatan restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove di berbagai daerah di Indonesia.
Tugas rehabilitasi mangrove itu sudah dilakukan di sembilan provinsi yaitu Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua, dan Papua Barat. Baca: Pengolahan Air Limbah Jadi Salah Satu Cara Wujudkan Lingkungan Bersih
“Kami menyadari bahwa rehabilitasi mangrove harus dilakukan secara inklusif. Melibatkan semua pihak,” kata Hartono di Teluk Naga, Banten dalam acara dalam acara Kickoff Rehabilitasi Mangrove Nasional, Rabu (3/3/2021). Sejak beberapa tahun lalu, rehabilitasi mangrove telah dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Tak hanya itu, mangrove atau yang dikenal juga dengan bakau ternyata dapat bernilai secara sosial ekonomi. Tanaman tersebut bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam penyediaan makanan, kayu, bahan bakar, obat-obatan, dan habitat berbagai flora dan fauna.
Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono mengatakan, eksistensi mangrove harus terus dijaga dan dilindungi. Lantaran itu, dia menegaskan bahwa lembaganya siap melaksanakan tugas percepatan restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove di berbagai daerah di Indonesia.
Tugas rehabilitasi mangrove itu sudah dilakukan di sembilan provinsi yaitu Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua, dan Papua Barat. Baca: Pengolahan Air Limbah Jadi Salah Satu Cara Wujudkan Lingkungan Bersih
“Kami menyadari bahwa rehabilitasi mangrove harus dilakukan secara inklusif. Melibatkan semua pihak,” kata Hartono di Teluk Naga, Banten dalam acara dalam acara Kickoff Rehabilitasi Mangrove Nasional, Rabu (3/3/2021). Sejak beberapa tahun lalu, rehabilitasi mangrove telah dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Lihat Juga :