Wamenkes Sebut Kerja Sama Masyarakat dan Pemerintah Kunci Tangani COVID-19
Rabu, 03 Maret 2021 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
"Kenapa gak bisa PCR Swab semua? Karena biayanya tinggi. Makanya harapan saya dari bagian masyarakat, kita sudah punya teknologi yang bagus GeNose kenapa gak disertakan," katanya seraya bertanya kepada Wakil Menteri Kesehatan.
Baca juga: Setahun COVID-19, Ini Kondisi Penanganan di RSUD dr Soewandhie
Menurut suami Ashanty itu, dengan GeNose diharapkan partisipasi masyarakat dapat lebih luas lagi. Anang berargumen, salah satu kendala yang menjadi penyebab sulitnya mengontrol penyebaran COVID-19 di kluster keluarga adalah tingginya biaya tes PCR Swab. "Sementara untuk antigen tidak presisi atau kurang akurat," kata Anang.
Sampai Maret 2021, Kementerian Kesehatan RI menyebutkan sudah 1,3 juta masyarat Indonesia terinfeksi virus corona, dan 36,5 ribu di antaranya meninggal dunia. Sebanyak 10% di antara para penderita COVID-19 adalah mereka dalam kelompok usia lanjut. Meskipun tampak kecil, tapi jumlah lansia yang gagal sembuh mencapai 50% dari jumlah kematian pasien COVID-19.
Baca juga: Setahun COVID-19, Ini Kondisi Penanganan di RSUD dr Soewandhie
Menurut suami Ashanty itu, dengan GeNose diharapkan partisipasi masyarakat dapat lebih luas lagi. Anang berargumen, salah satu kendala yang menjadi penyebab sulitnya mengontrol penyebaran COVID-19 di kluster keluarga adalah tingginya biaya tes PCR Swab. "Sementara untuk antigen tidak presisi atau kurang akurat," kata Anang.
Sampai Maret 2021, Kementerian Kesehatan RI menyebutkan sudah 1,3 juta masyarat Indonesia terinfeksi virus corona, dan 36,5 ribu di antaranya meninggal dunia. Sebanyak 10% di antara para penderita COVID-19 adalah mereka dalam kelompok usia lanjut. Meskipun tampak kecil, tapi jumlah lansia yang gagal sembuh mencapai 50% dari jumlah kematian pasien COVID-19.
(abd)
Lihat Juga :