Perbandingan Kasus Corona di Indonesia dan Dunia Selama Setahun Pandemi
Selasa, 02 Maret 2021 - 21:03 WIB
loading...
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pada awal covid kasus aktif di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat tajam. Foto/BNPB
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pada awal covid kasus aktif di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat tajam. Kemudian menunjukan penurunan yang konsisten dan cukup drastis hingga bulan Oktober 2020.
Baca juga: Update Corona: Positif 1.347.026 Orang, 1.160.863 Sembuh dan 36.518 Meninggal
Lalu pada bulan November hingga saat ini pandemi virus Corona (Covid-19), trennya fluktuatif namun cenderung menunjukkan pelandaian meskipun tidak setajam bulan-bulan sebelumnya.
"Dibandingkan dengan dunia, kasus aktif mengalami peningkatan yang sangat tajam selama bulan Maret 2020. Kemudian trennya cenderung menunjukkan pelandaian hingga awal bulan Oktober 2020," kata Wiku dalam konferensi persnya, Selasa (2/3/2021)
Baca juga: Setahun Pandemi Corona, dari Konspirasi dan Musim Cupang hingga Korupsi Bansos
"Tren ini kemudian menunjukan peningkatan selama bulan Oktober dan november 2020. Dan cenderung mengalami pelandaian kembali hingga saat ini. Per tanggal 1 Maret persen kasus aktif di Indonesia adalah sebesar 11,41%. Sedangkan di dunia sebesar 19,05%," lanjutnya.
Sementara untuk kasus kematian, Indonesia jumlahnya cenderung fluktuatif meningkat sejak awal hingga bulan April 2020. Selanjutnya persen kematian cenderung mengalami pelandaian hingga saat ini.
Baca juga: Vaksin Corona dari Sinovac Datang Lagi, Wamenkes: Ini Komitmen Pemerintah
"Kasus kematian di dunia pun juga mengalami peningkatan yang sangat tajam pada bulan maret dan April 2020. Kemudian sejalan dengan yang terjadi di Indonesia mengalami pelandaian hingga saat ini. Per tanggal 1 Maret persen kematian di Indonesia adalah sebesar 2,71%. Sedangkan di dunia adalah 2,22%. Selisihnya 0,5%," ujarnya
Lalu untuk kasus sembuhan di Indonesia persentasenya menunjukan kenaikan yang tajam hingga bulan Agustus 2020. Kemudian cenderung melandai meskipun tetap menunjukan peningkatan hingga saat ini.
"Sedangkan kesembuhan di dunia, sempat mengalami penurunan drastis selama bulan Maret 2020. Dan kemudian terus meningkat hingga saat ini. Per tanggal 1 Maret persen kesembuhan di Indonesia adalah sebesar 85,88%. Sedangkan di dunia adalah sebesar 78,74%," jelasnya.
Wiku mengungkapkan, data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki persentase kasus aktif yang lebih rendah dari dunia. Indonesia juga memiliki persentase kesembuhan yang lebih tinggi dr dunia.
"Ini adalah hal yang perlu untuk terus dipertahankan. Dan tentunya tidak hanya berpatokan pada persentase saja, namun bagaimana memastikan bahwa kasus aktif dapat ditekan hingga 0 kasus dan tidak ada sama sekali," ungkapnya.
Namun Wiku menyebut bahwa angka kematian di Indonesia yang masih lebih tinggi dari dunia. Tidak hanya persentasenya saja, namun jumlah kematian di Indonesia juga telah mencapai lebih dari 36.000 orang.
"Ini merupakan hal yg tidak bs ditoleransi. Angka tersebut adalah nyawa. Dan kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk menekan hingga tidak ada penambahan kematian sama sekali," pungkasnya.
Baca juga: Update Corona: Positif 1.347.026 Orang, 1.160.863 Sembuh dan 36.518 Meninggal
Lalu pada bulan November hingga saat ini pandemi virus Corona (Covid-19), trennya fluktuatif namun cenderung menunjukkan pelandaian meskipun tidak setajam bulan-bulan sebelumnya.
"Dibandingkan dengan dunia, kasus aktif mengalami peningkatan yang sangat tajam selama bulan Maret 2020. Kemudian trennya cenderung menunjukkan pelandaian hingga awal bulan Oktober 2020," kata Wiku dalam konferensi persnya, Selasa (2/3/2021)
Baca juga: Setahun Pandemi Corona, dari Konspirasi dan Musim Cupang hingga Korupsi Bansos
"Tren ini kemudian menunjukan peningkatan selama bulan Oktober dan november 2020. Dan cenderung mengalami pelandaian kembali hingga saat ini. Per tanggal 1 Maret persen kasus aktif di Indonesia adalah sebesar 11,41%. Sedangkan di dunia sebesar 19,05%," lanjutnya.
Sementara untuk kasus kematian, Indonesia jumlahnya cenderung fluktuatif meningkat sejak awal hingga bulan April 2020. Selanjutnya persen kematian cenderung mengalami pelandaian hingga saat ini.
Baca juga: Vaksin Corona dari Sinovac Datang Lagi, Wamenkes: Ini Komitmen Pemerintah
"Kasus kematian di dunia pun juga mengalami peningkatan yang sangat tajam pada bulan maret dan April 2020. Kemudian sejalan dengan yang terjadi di Indonesia mengalami pelandaian hingga saat ini. Per tanggal 1 Maret persen kematian di Indonesia adalah sebesar 2,71%. Sedangkan di dunia adalah 2,22%. Selisihnya 0,5%," ujarnya
Lalu untuk kasus sembuhan di Indonesia persentasenya menunjukan kenaikan yang tajam hingga bulan Agustus 2020. Kemudian cenderung melandai meskipun tetap menunjukan peningkatan hingga saat ini.
"Sedangkan kesembuhan di dunia, sempat mengalami penurunan drastis selama bulan Maret 2020. Dan kemudian terus meningkat hingga saat ini. Per tanggal 1 Maret persen kesembuhan di Indonesia adalah sebesar 85,88%. Sedangkan di dunia adalah sebesar 78,74%," jelasnya.
Wiku mengungkapkan, data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki persentase kasus aktif yang lebih rendah dari dunia. Indonesia juga memiliki persentase kesembuhan yang lebih tinggi dr dunia.
"Ini adalah hal yang perlu untuk terus dipertahankan. Dan tentunya tidak hanya berpatokan pada persentase saja, namun bagaimana memastikan bahwa kasus aktif dapat ditekan hingga 0 kasus dan tidak ada sama sekali," ungkapnya.
Namun Wiku menyebut bahwa angka kematian di Indonesia yang masih lebih tinggi dari dunia. Tidak hanya persentasenya saja, namun jumlah kematian di Indonesia juga telah mencapai lebih dari 36.000 orang.
"Ini merupakan hal yg tidak bs ditoleransi. Angka tersebut adalah nyawa. Dan kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk menekan hingga tidak ada penambahan kematian sama sekali," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :