Epidomolog Nilai Indonesia Bebas Covid-19 Agustus 2021 Tidak Realistis

Minggu, 28 Februari 2021 - 16:18 WIB
loading...
Epidomolog Nilai Indonesia...
Epidemiolog Universitas Griffith, Dicky Budiman menilai target pemerintah untuk Indonesia bebas virus Corona (Covid-19) sepertinya akan sulit terealisasi. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Epidemiolog Universitas Griffith, Dicky Budiman menilai target pemerintah untuk Indonesia bebas virus Corona (Covid-19) sepertinya akan sulit terealisasi. Ada beberapa alasan mengapa Indonesia akan sulit terbebas dari virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut.

Dia menjelaskan, dalam pengendalian pandemi sangat penting untuk memiliki target, baik itu sifatnya optimistis atau realistis. Namun yang menjadi pertanyaan dalam penentuan target tersebut, apakah sudah menggunakan data yang memadai atau tidak. "Kalau bicara data, kita tahu situasi saat ini testing dan tracing kita masih rendah, sehingga data yang kita miliki juga tidak memadai untuk menyusun target yang tepat. Padahal testing dan tracing itu menggambarkan penguasaan kita pemahaman kita tentang masalah yang terjadi. Sehingga tidak misleading dan tidak salah strategi. Dan tetap tidak salah target," katanya saat dihubungi, Minggu (28/2/2021). Baca juga: Satgas Covid-19 Bentuk Tim Supervisi untuk 7 Desa di 7 Provinsi Jawa-Bal i

Selain itu, Dicky juga menyoroti tentang Indonesia bebas Covid-19. Dia menilai hal tersebut sangat sulit untuk terjadi, bahkan hingga tiga tahun ke depan hampir tidak mungkin Indonesia terbebas dari Covid-19. Dia menjelaskan, definisi bebas Covid-19 adalah eradikasi atau eliminasi pada level nasional dan itu tidak ditunjang dengan data saat ini. Lebih lagi host Covid-19 tidak hanya manusia, bisa juga ke hewan. Baca juga: Angka Kematian COVID-19 di DKI, Jabar, dan Bali Menurun Selama PPKM

"Kalau bicara bebas Covid-19, bukan berarti tidak ada kasus. Dan sekali lagi kecenderungan saat ini mengarah Covid-19 ini akan menjadi penyakit yang endemis atau akan hadir di manusia dalam pola musiman, terus ada. Selain juga ada ancaman strain baru yang terus. Ini akan pola influenza, kecenderungan fakta ilmiah yang tidak bisa dihindari dan jadi bagian dari penentuan target nasional. Jadi target bebas itu tidak realistis. Target yang realistis itu terkendali, tapi terkendali ini ada kriteria juga ada waktunya, perlu untuk kondisi indonesia," tambah Dicky.

Dicky mengungkapkan, untuk memastikan kondisi pandemi Covid-19 terkendali tentu bukan cara yang instan. Ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan bersama untuk dapat mengendalikan kondisi pandemi. "Mengendalikan tentu tidak bisa ujug-ujug, ada tahapanya. Dan ini tidak mudah. Karena kondisi terkendali memang ada banyak variasi. Kira kira 1 kasus per 10 juta, itu sangat terkendali untuk Covid-19. 1 kasus per 1 juta juga atau 1 kasus per 100.000. Ini yang tentu ada tahapan untuk pencapaian target, ada pencapaian yang realistis," ujarnya. Baca juga: Satgas: Kasus Covid-19 di Provinsi yang Terapkan PPKM Turun Kecuali Jabar

Melihat kondisi tersebut, dia berpendapat, pandemi Covid-19 tidak akan hilang pada 17 Agustus 2021 mendatang. "Kalau Agustus terlalu berat, tidak realistis melihat kondisi Indonesia saat ini. Apalagi masalahnya data kita tidak memadai, hasil testing dan tracing sekarang cenderung memburuk dengan positify rate masih tinggi," tutup Dicky.

Sebelumnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai pernyataan Doni Monardo, Ketua Satgas Penanganan Covid-19, cukup mengejutkan. Doni sebelumnya menargetkam Indonesia bisa bebas Covid-19 pada perayaan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2021 yang akan datang. Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bidang Kesehatan Masyarakat, Dr. Christian Widodo menyatakan pernyataan tersebut sangat menggembirakan namun tampaknya kurang realistis. "Untuk keluar dari sebuah pandemi bisa memakan waktu yang lama," ujarnya.

Dikatakan bahwa penurunan angka positif Covid-19 di Indonesia memang menurun dalam satu minggu terakhir. "Namun itu bukan berarti akan terus seperti itu, bisa saja terjadi gelombang positif terjangkit pada minggu-minggu mendatang bila kita tidak disiplin mentaati Prokes meski tentu kita tidak berharap demikian. Dan kecepatan vaksin kita juga akan mempengaruhi kapan kita bisa keluar dari pandemi ini," kata Christian.

Perihal vaksinasi massal yang sedang massif dilakukan, Christian menjelaskan tentu kita sangat bersyukur, pemerintah bergerak cepat untuk menyediakan stok vaksin untuk kebutuhan nasional. Apalagi banyak negara yang masih berburu vaksin hingga hari ini. "Namun bukan berarti vaksin adalah akhir dari pandemi, masih banyak faktor yang bisa menyebabkan pandemi belum bisa dikatakan berakhir," katanya.

Christian menyarankan mungkin lebih bijak jika Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo bisa menjelaskan langkah-langkah strategis apa yang akan diambil menuju 17 Agustus 2021. "Seluruh rakyat Indonesia tentu akan sangat bergembira jika benar kita bisa segera keluar dari pandemic Covid-19 ini,” kata Christian Epidomolog Nilai Indonesia Bebas Covid-19 Agustus 2021 Tidak Realistis

Epidemiolog Universitas Griffith, Dicky Budiman menilai target pemerintah untuk Indonesia bebas Covid-19 sepertinya akan sulit terealisasi. Ada beberapa alasan mengapa Indonesia akan sulit terbebas dari virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut.

Dia menjelaskan, dalam pengendalian pandemi sangat penting untuk memiliki target, baik itu sifatnya optimistis atau realistis. Namun yang menjadi pertanyaan dalam penentuan target tersebut, apakah sudah menggunakan data yang memadai atau tidak. "Kalau bicara data, kita tahu situasi saat ini testing dan tracing kita masih rendah, sehingga data yang kita miliki juga tidak memadai untuk menyusun target yang tepat. Padahal testing dan tracing itu menggambarkan penguasaan kita pemahaman kita tentang masalah yang terjadi. Sehingga tidak misleading dan tidak salah strategi. Dan tetap tidak salah target," katanya saat dihubungi, Minggu (28/2/2021).

Selain itu, Dicky juga menyoroti tentang Indonesia bebas Covid-19. Dia menilai hal tersebut sangat sulit untuk terjadi, bahkan hingga tiga tahun ke depan hampir tidak mungkin Indonesia terbebas dari Covid-19. Dia menjelaskan, definisi bebas Covid-19 adalah eradikasi atau eliminasi pada level nasional dan itu tidak ditunjang dengan data saat ini. Lebih lagi host Covid-19 tidak hanya manusia, bisa juga ke hewan.

"Kalau bicara bebas Covid-19, bukan berarti tidak ada kasus. Dan sekali lagi kecenderungan saat ini mengarah Covid-19 ini akan menjadi penyakit yang endemis atau akan hadir di manusia dalam pola musiman, terus ada. Selain juga ada ancaman strain baru yang terus. Ini akan pola influenza, kecenderungan fakta ilmiah yang tidak bisa dihindari dan jadi bagian dari penentuan target nasional. Jadi target bebas itu tidak realistis. Target yang realistis itu terkendali, tapi terkendali ini ada kriteria juga ada waktunya, perlu untuk kondisi indonesia," tambah Dicky.

Dicky mengungkapkan, untuk memastikan kondisi pandemi Covid-19 terkendali tentu bukan cara yang instan. Ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan bersama untuk dapat mengendalikan kondisi pandemi. "Mengendalikan tentu tidak bisa ujug-ujug, ada tahapanya. Dan ini tidak mudah. Karena kondisi terkendali memang ada banyak variasi. Kira kira 1 kasus per 10 juta, itu sangat terkendali untuk Covid-19. 1 kasus per 1 juta juga atau 1 kasus per 100.000. Ini yang tentu ada tahapan untuk pencapaian target, ada pencapaian yang realistis," ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, dia berpendapat, pandemi Covid-19 tidak akan hilang pada 17 Agustus 2021 mendatang. "Kalau Agustus terlalu berat, tidak realistis melihat kondisi Indonesia saat ini. Apalagi masalahnya data kita tidak memadai, hasil testing dan tracing sekarang cenderung memburuk dengan positify rate masih tinggi," tutup Dicky.

Sebelumnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai pernyataan Doni Monardo, Ketua Satgas Penanganan Covid-19, cukup mengejutkan. Doni sebelumnya menargetkam Indonesia bisa bebas Covid-19 pada perayaan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2021 yang akan datang.

Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bidang Kesehatan Masyarakat, Dr. Christian Widodo menyatakan pernyataan tersebut sangat menggembirakan namun tampaknya kurang realistis. "Untuk keluar dari sebuah pandemi bisa memakan waktu yang lama," ujarnya.

Dikatakan bahwa penurunan angka positif Covid-19 di Indonesia memang menurun dalam satu minggu terakhir. "Namun itu bukan berarti akan terus seperti itu, bisa saja terjadi gelombang positif terjangkit pada minggu-minggu mendatang bila kita tidak disiplin mentaati Prokes meski tentu kita tidak berharap demikian. Dan kecepatan vaksin kita juga akan mempengaruhi kapan kita bisa keluar dari pandemi ini," kata Christian.

Perihal vaksinasi massal yang sedang massif dilakukan, Christian menjelaskan tentu kita sangat bersyukur, pemerintah bergerak cepat untuk menyediakan stok vaksin untuk kebutuhan nasional. Apalagi banyak negara yang masih berburu vaksin hingga hari ini. "Namun bukan berarti vaksin adalah akhir dari pandemi, masih banyak faktor yang bisa menyebabkan pandemi belum bisa dikatakan berakhir," katanya.

Christian menyarankan mungkin lebih bijak jika Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo bisa menjelaskan langkah-langkah strategis apa yang akan diambil menuju 17 Agustus 2021. "Seluruh rakyat Indonesia tentu akan sangat bergembira jika benar kita bisa segera keluar dari pandemic Covid-19 ini,” kata Christian
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saran Epidemiolog Cegah...
Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Jenderal Kopassus Ini...
Jenderal Kopassus Ini Tolak Uang Puluhan Juta dari Pejabat saat Kerusuhan Mei 1998
6 Fakta Menarik Doni...
6 Fakta Menarik Doni Monardo, Pernah Jabat Danpaspampres hingga Kepala BNPB
Panglima TNI Kaji Rencana...
Panglima TNI Kaji Rencana Usulan Letjen TNI (Purn) Doni Monardo Jadi Pahlawan Nasional
Mengenang Letjen TNI...
Mengenang Letjen TNI (Purn) Doni Monardo, Jenderal Kopassus yang Mengubah Lawan Jadi Kawan
Riwayat Karier Militer...
Riwayat Karier Militer dan Penghargaan Doni Monardo, Eks Danjen Kopassus yang Tutup Usia
Ahli Epidemiologi Sebut...
Ahli Epidemiologi Sebut Indonesia Punya Peluang Cegah Virus Hanta, Begini Caranya
Bagaimana Penularan...
Bagaimana Penularan Virus Nipah? Ini Penjelasan Ahli Epidemiologi
Musim Hujan Tiba, Waspadai...
Musim Hujan Tiba, Waspadai Penyakit dan Terapkan Tips Kesehatan dari Pakar Epidemiologi
Rekomendasi
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Berita Terkini
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Infografis
Daftar 19 Pemain Timnas...
Daftar 19 Pemain Timnas Futsal Indonesia di 4Nations World Series
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved