Wisma Atlet Pademangan Pernah Terima 211 Pasien COVID-19 dari Luar Negeri Sekali Datang

Rabu, 24 Februari 2021 - 21:13 WIB
loading...
Wisma Atlet Pademangan...
Wisma Atlet Pademangan tengah mempersiapkan dua tower tambahan untuk merawat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG). FOTO/DOK.SINDOnews/ISRA TRIANSYAH
A A A
JAKARTA - Komandan Lapangan RS Darurat COVID-19, Letkol Laut (K) drg M Arifin menceritakan pada awal pandemi COVID-19, RSD Covid-19 di Wisma Atlet Pademangan pernah menerima sebanyak 211 pasien COVID-19 sekali datang dari luar negeri.

"Waktu itu kita kan kita pernah menerima pasien sampai 211 sekali datang, dulu ke rumah sakit, yang positif. Begitu dari bandara semua dikirim ke rumah sakit darurat COVID-19 jadi yang negatif ke hotel maupun ke Wisma Pademangan," kata Arifin dalam dialog "Mekanisme Kedatangan Pelaku Perjalanan Internasional" secara virtual, Rabu (24/2/2021).

Bahkan, kata Arifin, sejak awal pandemi COVID-19 terus ada pengiriman pasien Pademangan bahkan hingga dini hari. "Jadi dulu itu seperti tamu, jadi kita terima langsung dari bandara ya. Bahkan mulai Maret itu kita tahu teman-teman di bandara di sana juga sudah jungkir balik ya, jam 2 dini hari, jam 3 dini hari, bahkan HT (handy talkie) saya tuh nggak pernah mati bunyinya. Artinya handphone kita dari bandara kita ada grup untuk mendatangkan apa yang positif, yang positif reaktif dikirim ke UGD kita,” katanya.

Baca juga: Update Corona: Positif 1.306.141 Orang, 1.112.725 Sembuh dan 35.254 Meninggal

Arifin pun menceritakan pihaknya menyiapkan minimal makanan nasi goreng bungkus ketika ada pasien COVID-19 yang datang pada dini hari. "Bahkan ada juga yang jam 1 dini hari, sehingga mereka kelaparan, sehingga kita siapkan juga di UGD itu kita persiapkan nasi goreng bungkus minimal," tuturnya.

"Itu salah satu ya upaya pemerintah, upaya kita bersama bahwa orang yang datang ke negara kita, apalagi warga negara kita tidak mungkin lah kita mau mencelakakan mereka, apalagi mempersulit mereka," ujar Arifin.

Upaya ini, kata Arifin, adalah untuk keselamatan bersama. "Harus dipahami bahwa ini benar-benar untuk keselamatan kita bersama. Jadi jangan sekali lagi jangan menganggap ini Indonesia ribet," katanya.

"Ini prosedur yang harus dilakukan dan harus dipatuhi seluruh masyarakat, baik masyarakat yang dari luar negeri maupun yang maupun yang datang ke Indonesia untuk keselamatan. Sekali lagi, jangan disalahartikan birokrasinya nggak jelas, mungkin mbulet atau ada permainan apa di lapangan, itu singkirkan jauh-jauh dari pemikiran itu," kata Arifin.

Baca juga: PPKM Mikro Ampuh, Airlangga: Kasus Covid-19 Turun 14 Ribu


(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Kasus APD Covid-19,...
Kasus APD Covid-19, KPK Ajukan Banding atas Vonis 3 Tahun Eks Pejabat Kemenkes
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Korupsi APD Covid-19,...
Kasus Korupsi APD Covid-19, Mantan Pejabat Kemenkes Divonis 3 Tahun Penjara
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Berita Terkini
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Demonstrasi Ketidakpastian...
Demonstrasi Ketidakpastian Hukum dalam Penanganan Perkara dr Tifa dan Roy Suryo pada Polemik Ijazah Joko Widodo
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
Infografis
Ilmuwan: Virus Langya...
Ilmuwan: Virus Langya yang Melanda Berbeda dari Virus Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved