Gatot Nurmantyo dkk Dukung AS Tolak Klaim China, Ini Alasannya

Selasa, 23 Februari 2021 - 11:44 WIB
loading...
Gatot Nurmantyo dkk...
Mantan Panglima TNI Jenderal Purn TNI Gatot Nurmantyo (kiri) saat berbincang akrab dengan Panglima Angkatan Bersenjata Singapura Letnan Jenderal Perry Lim. Foto/SINDOnews/Dwi Sasongko
A A A
JAKARTA - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mendukung sikap Amerika Serikat yang menolak klaim China atas Laut China Selatan yang berada di luar persetujuan hukum internasional.

Pernyataan sikap tertanggal Jakarta 18 Februari 2021 itu ditandatangani oleh tiga Presidium KAMI Jenderal TNI Purn Gatot Nurmantyo , Din Syamsuddin dan Rochmat Wahab.

"Dengan Nama Tuhan Yang Maha Esa. Mengamati meningkatnya dinamika di kawasan Laut China Selatan, dipandang sangat penting untuk mencermati secara seksama pernyataaan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, yang menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) menolak klaim Tiongkok atas Laut China Selatan yang berada di luar persetujuan hukum internasional," tulis keterangan tertulis sikap KAMI itu.

Selain itu, disebutkan juga bahwa AS pun menyatakan akan berpihak kepada negara-negara ASEAN atas kemungkinan terjadinya konflik di kawasan Indo-pasifik.

"KAMI, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia menyambut sikap Amerika Serikat tersebut sebagai langkah penting untuk menjaga stabilitas dan keamanan kawasan ASEAN," bunyi sikap KAMI itu.Baca juga: China Bangun Pangkalan Militer Besar-besaran di Laut China Selatan

KAMI menilai sikap AS sebagai negara super power yang mempunyai hak veto dalam Dewan Keamanan PBB dan menolak klaim China atas Laut China Selatan tersebut merupakan respons karena Republik RakyatChina (RRC) telah melanggar hukum internasional UNCLOS 1982.

KAMI memandang hal tersebut perlu mendapat tanggapan serius oleh negara-negara anggota ASEAN, khususnya Indonesia sebagai negara terbesar di ASEAN, dengan mengajak secara aktif seluruh negara ASEAN lainnya untuk menghormati dan bersungguh-sungguh menjaga komitmen dalam menjalankan hukum internasional, dengan tetap menghormati kedaulatan masing-masing negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Gatot Nurmantyo dan Hadi Tjahjanto
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Menhan Ungkap Asal Muasal...
Menhan Ungkap Asal Muasal Amerika Serikat Ajukan Overflight Access ke Indonesia
Menkomdigi Tegaskan...
Menkomdigi Tegaskan Pertukaran Data dengan AS Bukan Data Kependudukan
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Rekomendasi
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Dede Sunandar Akui Tak...
Dede Sunandar Akui Tak Ingin Cerai, Tapi Karen Hertatum Tetap Ingin Berpisah
Uruguay Tersandera Dokumen...
Uruguay Tersandera Dokumen Pesawat, FIFA dan Maskapai Saling Lempar Tanggung Jawab
Berita Terkini
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Steinmeier Perkuat 75 Tahun Diplomatik Indonesia-Jerman
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved