Butuh Banyak Aksi Nyata untuk Atasi Bencana
Selasa, 23 Februari 2021 - 06:14 WIB
loading...
A
A
A
Sah-sah saja misalnya seorang kepala daerah berdalih telah melakukan persiapan atau simulasi untuk mengatasi banjir. Namun, faktanya, kesiapan yang mereka lakukan tak banyak berarti. Di tengah era keterbukaan, sudah saatnya para pemimpin termasuk kepala daerah untuk mengurangi membuat narasi-narasi dan janji. Sebaliknya, mereka harus memperbanyak aksi nyata. Tanpa narasi yang harus dipoles sana-sana pun, publik hakikatnya telah menyadari mana pemimpin yang serius bekerja dan berpihak ke rakyat dan mana yang hanya kamuflase untuk menebar simpati. Jika ada pemimpin yang masih sibuk membangun citra diri, namun minim aksi, sudah saatnya mereka mengeja ulang gaya kepemimpinan dan arah program kerjanya. Jangan habiskan atau ajak energi rakyat untuk turut larut dalam pergumulan narasi kurang berfaedah itu.
Tidak elok tentunya di tengah bencana, para pemimpin masih beralibi sana sini tanpa berani mengevaluasi diri sendiri. Jangan pula memanfaatkan bencana ini untuk kepentingan politis praktis seperti dengan menyerang sana-sini tanpa diimbangi kritik konstruktif.
Di Jabodetabek, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih mewanti-wanti agar publik tidak lengah sebab potensi curah hujan tinggi masih akan terjadi, setidaknya diprediksi pada hari ini hingga besok, Rabu (24/2). Meski dalam catatan BMKG, curah hujan kali ini tidak setinggi pada 1 Januari 2020 yang juga membuat banjir di mana-mana, namun faktanya telah menimbulkan dampak buruk yang tak sedikit.
Bencana banjir atau longsor ini memang belum sepenuhnya usai. Kerugian yang ditimbulkan pun tak terhitung. Belum lagi, bencana juga telah mengakibatkan beberapa nyawa harus melayang. Jangan biarkan kerugian-kerugian akibat ketidakmatangan kebijakan ini terus berkelanjutan. Saatnya berpikir cepat untuk mengevaluasi dan merumuskan solusi yang benar serta membumi. Saatnya meninggalkan kebijakan yang seolah tampak hebat, namun minim realisasi.
--
Tidak elok tentunya di tengah bencana, para pemimpin masih beralibi sana sini tanpa berani mengevaluasi diri sendiri. Jangan pula memanfaatkan bencana ini untuk kepentingan politis praktis seperti dengan menyerang sana-sini tanpa diimbangi kritik konstruktif.
Di Jabodetabek, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih mewanti-wanti agar publik tidak lengah sebab potensi curah hujan tinggi masih akan terjadi, setidaknya diprediksi pada hari ini hingga besok, Rabu (24/2). Meski dalam catatan BMKG, curah hujan kali ini tidak setinggi pada 1 Januari 2020 yang juga membuat banjir di mana-mana, namun faktanya telah menimbulkan dampak buruk yang tak sedikit.
Bencana banjir atau longsor ini memang belum sepenuhnya usai. Kerugian yang ditimbulkan pun tak terhitung. Belum lagi, bencana juga telah mengakibatkan beberapa nyawa harus melayang. Jangan biarkan kerugian-kerugian akibat ketidakmatangan kebijakan ini terus berkelanjutan. Saatnya berpikir cepat untuk mengevaluasi dan merumuskan solusi yang benar serta membumi. Saatnya meninggalkan kebijakan yang seolah tampak hebat, namun minim realisasi.
--
(bmm)
Lihat Juga :