Bangun Narasi Menyejukkan Juga Bagian Perjuangan Lawan COVID-19

Senin, 22 Februari 2021 - 11:13 WIB
loading...
Bangun Narasi Menyejukkan...
Pernyataan Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono yang meragukan vaksin Nusantara (Vaknus) ditanggapi oleh Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo. Foto/dpr.go.id
A A A
JAKARTA - Pernyataan Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono yang meragukan vaksin Nusantara (Vaknus) ditanggapi oleh Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo. Rahmad mengajak semua pihak yang mengerti soal vaksin dan pengendalian COVID-19 untuk berpikir positif, termasuk apapun berkaitan dengan sebuah penelitian.

"Apalagi statement dan narasi yang disampaikan bisa membingungkan masyarakat. Apalagi penelitian ini melibatkan perguruan tinggi ternama dan sudah masuk dalam list WHO. Tentu kredibilitas seperti Undip pasti taruhannya bila penelitiannya tidak kredibel," ujar Rahmad Handoyo, Senin (22/2/2021). Baca juga: Mulai Uji Klinis Kedua, Epidemiolog Beri Dua Catatan Terhadap Vaksin Nusantara

Menurut dia, aman tidaknya sebuah vaksin COVID-19 bukan ranah akademisi untuk mengeluarkan persetujuan atau penilaian. "Bukan juga seorang epidemiolog, tapi ada tugas negara lewat BPOM amanah rakyat yang bertugas memutuskan layak dan tidaknya setelah menilai uji klinis, BPOM yang menentukan," kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Dia melanjutkan rakyat percaya bahwa BPOM tidak bisa didikte. Maka itu, dia mengajak semua pihak untuk memberikan 'karpet merah' kepada siapapun dan institusi manapun yang sedang berupaya berjuang menemukan vaksin COVID-19.

"Termasuk saudara kita epidemiolog kita berikan karpet merah untuk berjuang bersama. Berjuang bersama tidak harus menemukan vaksin, membangun narasi yang menyejukkan masyarakat sudah bagian untuk itu," terangnya.

Maka itu, dia menilai tidak perlu khawatir dengan kerja BPOM. Dia yakin BPOM akan mengawal penelitian vaksin Merah Putih dan vaksin Nusantara. "Dan kita semua akan bisa melihat perkembangan vaksin yang diciptakan anak negeri, dipastikan transparan dan kredibel karena melibatkan pakar lembaga universitas ternama," katanya. Baca juga: Legislator PKS Minta Vaksin Nusantara Dibuktikan Jangan Cuma Selebrasi

Lebih lanjut dia mengatakan, Komisi IX DPR RI tegas dalam kesimpulan rapat dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) beberapa waktu lalu mendukung penemuan vaksin Merah Putih dan calon vaksin lainnya untuk diberikan dukungan agar bisa temuan anak bangsa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. "Termasuk Merah Putih" pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
Wakil Ketua Komisi IX...
Wakil Ketua Komisi IX Pertanyakan Ketahanan Dana BPJS Kesehatan
Menkes Ungkap 1.824...
Menkes Ungkap 1.824 Orang Paling Kaya Terima PBI-JK
DPR Bersama Serikat...
DPR Bersama Serikat Pekerja IMPPI Bahas Penguatan Perlindungan PMI
846 Rumah Sakit Pemerintah...
846 Rumah Sakit Pemerintah Masih Minim Sarana dan Prasarana
Dukung Penghapusan Tunggakan...
Dukung Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan, Edy Wuryanto: Langkah Progresif
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Penyakit Ancam Pengungsi,...
Penyakit Ancam Pengungsi, Kemenkes Diminta Kirim Nakes ke Lokasi Bencana
Rekomendasi
Mudah Emosi dan Defensif?...
Mudah Emosi dan Defensif? Ternyata Kurang Tidur Bisa Jadi Penyebab Utamanya
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Berita Terkini
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Ditahan di Rutan KPK,...
Ditahan di Rutan KPK, Febrie Adriansyah: Alat Bukti Masih Didalami, Belum Cukup Dilakukan Penahanan
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved