Max Sopacua Mundur dari Partai Emas, Demokrat DKI: Waspada!
Sabtu, 20 Februari 2021 - 22:23 WIB
loading...
Kader-kader Partai Demokrat diminta tetap waspada atas mundurnya Max Sopacua dari Partai Emas yang dinilai sebagai manuver politik. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kader-kader Partai Demokrat diminta mewaspadai manuver politikus gaek Max Sopacua yang baru saja mengundurkan diri dari Partai Emas. “Dalam surat yang saya baca, Pak Max mengundurkan diri tanggal 17 Februari lalu,” kata Mujiyono, Ketua BPOKK PD DKI Jakarta.
“Ia mengaku tidak mampu menghadapi kenyataan yang ada sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Emas ini dan meminta maaf pada para kader Partai Emas karena tidak bisa memenuhi janji.”
Sebagai pengurus DPD Partai Demokrat DKI yang bertanggungjawab atas pembinaan organisasi dan kader, Mujiyono memperingatkan para pengurus dan kader untuk mewaspadai langkah-langkah berikutnya dari Max Sopacua. "Kita menghormati hak politik pak Max untuk berpindah-pindah partai, asalkan tidak membuat runyam," kata Mujiyono.
(Baca: Mundur dari Partai Emas, Ini Alasan Max Sopacua)
Max resmi mengundurkan diri dari Partai Demokrat pada bulan Desember 2020 dan langsung bergabung dengan Partai Emas sebagai Ketua Dewan Pembina. Saat itu ia mengklaim merasa seperti penumpang yang diturunkan di tengah jalan.
“Ia mengaku tidak mampu menghadapi kenyataan yang ada sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Emas ini dan meminta maaf pada para kader Partai Emas karena tidak bisa memenuhi janji.”
Sebagai pengurus DPD Partai Demokrat DKI yang bertanggungjawab atas pembinaan organisasi dan kader, Mujiyono memperingatkan para pengurus dan kader untuk mewaspadai langkah-langkah berikutnya dari Max Sopacua. "Kita menghormati hak politik pak Max untuk berpindah-pindah partai, asalkan tidak membuat runyam," kata Mujiyono.
(Baca: Mundur dari Partai Emas, Ini Alasan Max Sopacua)
Max resmi mengundurkan diri dari Partai Demokrat pada bulan Desember 2020 dan langsung bergabung dengan Partai Emas sebagai Ketua Dewan Pembina. Saat itu ia mengklaim merasa seperti penumpang yang diturunkan di tengah jalan.
Lihat Juga :