Kesimpulan LSI Denny JA tentang Pelonggaran Aktivitas Ekonomi Dinilai Berbahaya
Senin, 18 Mei 2020 - 10:52 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sarannya, LSI merujuk pelonggaran di negara yang fiskalnya kuat, seperti Korea Selatan dan Selandia Baru. LSI tidak cermat dalam melihat teknologi kesehatan disiplin warga di kedua tersebut jauh lebih baik dibandingkan Indonesia.
"Sehingga kedua negara tersebut berani mengambil keputusan cepat untuk melakukan pelonggaran. Sementara Indonesia sarana teknologi kesehatan dan disiplin masyarakatnya masih rendah," tutur Ubedilah. (Baca juga: Epistemologi Seputar Covid-19: Menakar Sumber Informasi ).
Dia menilai argumentasi LSI lemah, menggunakan data sekunder, dan metode kualitatif yang tidak sesuai kaidah-kaidah riset kualitatif yang sebenarnya. "Saya menilai ini bias konfirmasi," tegasnya.
LSI seharusnya melakukan pendalaman analisis dengan sumber primer. "Misalnya, dengan virologi (ahli virus), epidemiologi, dan medis yang berkaitan dengan penyebaran virus, serta survei lapangan yang komprehensif. Ini kesannya terburu-buru mengejar target," pungkasnya.
"Sehingga kedua negara tersebut berani mengambil keputusan cepat untuk melakukan pelonggaran. Sementara Indonesia sarana teknologi kesehatan dan disiplin masyarakatnya masih rendah," tutur Ubedilah. (Baca juga: Epistemologi Seputar Covid-19: Menakar Sumber Informasi ).
Dia menilai argumentasi LSI lemah, menggunakan data sekunder, dan metode kualitatif yang tidak sesuai kaidah-kaidah riset kualitatif yang sebenarnya. "Saya menilai ini bias konfirmasi," tegasnya.
LSI seharusnya melakukan pendalaman analisis dengan sumber primer. "Misalnya, dengan virologi (ahli virus), epidemiologi, dan medis yang berkaitan dengan penyebaran virus, serta survei lapangan yang komprehensif. Ini kesannya terburu-buru mengejar target," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :