Di Tengah Pandemi, Pemerintah Didorong Kembali Terapkan Tax Amnesty

Kamis, 18 Februari 2021 - 15:09 WIB
loading...
Di Tengah Pandemi, Pemerintah...
Pandemi virus Corona (Covid-19) hingga saat ini belum juga menunjukkan kapan akan berakhirnya. Sedangkan dampak dari virus ini terus menyebar ke segala lini. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pandemi virus Corona (Covid-19) hingga saat ini belum juga menunjukkan kapan akan berakhirnya. Sedangkan dampak dari virus ini terus menyebar ke segala lini.

Baca juga: Dampak Pandemi Lebih Parah dari Bom Bali dan Krisis Moneter

Ketua DPP MIO Hadi Purwanto mengusulkan untuk menjaga ketahanan di tengah pandemi, pemerintah perlu melakukan penerapan kembali amnesti pajak atau tax amnesty.
Di Tengah Pandemi, Pemerintah Didorong Kembali Terapkan Tax Amnesty

"Tax Amnesty di 2017 telah membuahkan kesuksesan yang besar. Menambah penghasilan negara melalui Pajak mencapai Rp107 triliun. Hal ini menjadi capaian luar biasa yg harus diapresiasi dan di aplikasikan kembali," kata Hadi Purwanto, Kamis (18/2/2021).

Baca juga: Sandiaga Uno Sebut Dampak Pandemi Lebih Parah dari Bom Bali dan Krisis Moneter

Menurut Hadi momentum Pandemi adalah waktu yang tepat dalam melaksanakan kembali Amnesti Pajak.

"Hal ini untuk mendorong kembali kelesuan akibat efek domino social distancing yang menutup keramaian, otomatis interaksi ekonomi berkurang drastis, mobilitas keuangan sangat rendah, Tax Amnesty bisa menyelamatan Ekonomi Indonesia lebih maksimal," jelas Hadi.

Baca juga: 15.000 UMKM Terdampak Pandemi, BI Dorong Transaksi ASN Jawa Barat

Menurut Pria yang juga menjabat Deputi Advokasi DPP LIRA ini, semua orang baik yang menengah ke bawah atau menengah ke atas dan mampu, terkena imbasnya.

"Yang kayapun terkena imbas pada bisnisnya, banyak usaha yang tutup ataupun bangkrut. Dengan Pengampunan Pajak, mereka yang masih menutupi pelaporan kekayaanya bisa merasa lega, tidak terkena hukuman selama harta tidak berasal dari narkoba atau barang berbahaya," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, dengan pelaporan harta yang semakin banyak dikarenakan mengejar tarif tebusan Pajak yang minimal yang mencapai 2%.

"Kalau gabungan yang ikut mendeklarasikan laporan total harta mencapai 10rb Triliun, dua persennya saja mencapai 200 Triliun, ini kan bisa menjadi stimulus kuat penyehatan APBN kita," tuturnya.

Tokoh masyarakat asal Tuban ini optimistis keberhasilan Tax Amnesty ini akan melampaui pada tahun 2017. "Yang lalu kan jumlah deklarasi kekayaan mencapai 4.855 Triliun, itu melampaui target yaitu 121%. Dulu yang ikut program ini 965.983 orang, kalau pemerintah menerapkan sekarang bisa mencapai lebih dari 1jt orang yang ikut." Jelas Hadi.

Hadi mengimbau agar program Tax Amnesty ini bisa menjadi program rutin 3 tahunan. "Artinya bila tahun ini pemerintah berkenan melaksanakan, di tahun 2024 bisa dilaksanakan kembali di akhir masa amanah Presiden Jokowi. Selanjutnya Tax Amnesty ini bisa menjadi Legacy terbaik Pak Jokowi untuk diterapkan konsisten di era2 Presiden selanjutnya," ungkapnya.

Terakhir pria pecinta seni ini memahami bahwa kesulitan dan kekhawatiran akan spekulasi ekonomi dalam Pandemi ini bisa jadi masih mengkhawatirkan bagi sebagian orang untuk melaporkan kekayaanya.

"Kita berharap saat Tax Amnesty kembali terealisasi, dapat 2x lipat yang ikut serta, namun bagi mereka yang belum bisa ikut, 2024 adalah momen emas untuk bisa menggelar Amnesti Pajak ke 3. Ini akan jadi momen bersejarah," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
Saran Epidemiolog Cegah...
Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Menko Muhadjir Effendy Minta Masyarakat Jangan Panik
Bupati Bengkulu Selatan...
Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi Dilaporkan ke KPK Terkait Dugaan Korupsi Dana Covid-19
Presiden Jokowi: Kalau...
Presiden Jokowi: Kalau Sudah Masuk Endemi, Kena Covid-19 Bayar
Kasus Covid-19 di Indonesia...
Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 190, Meninggal 5 Orang
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
DEPO Tebar Dividen Rp10,2...
DEPO Tebar Dividen Rp10,2 Miliar, Fokus Perluas Ekspansi Bisnis
Jelang Tahun Ajaran...
Jelang Tahun Ajaran Baru, Orang Tua Utamakan Sepatu Sekolah yang Nyaman dan Awet
Berita Terkini
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
MK Tolak Gugatan Dharma...
MK Tolak Gugatan Dharma Pongrekun Atas UU Kesehatan: Kepatuhan Warga adalah Konsekuensi Logis
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved