Intervensi Sosial Perusahaan Harus Kedepankan Dampak Jangka Panjang

Rabu, 17 Februari 2021 - 19:46 WIB
loading...
A A A
Contohnya, Dompet Dhuafa dan PTTEP Indonesia bekerja sama untuk membangun Gerai Sehat Rorotan (GSR) di Cilincing, Jakarta Utara pada 2016. PTTEP dan Dompet Dhuafa melakukan community needs assessment untuk mendalami isu-isu kemiskinan, kurangnya akses terhadap air bersih serta beragam masalah kesehatan di Cilincing. Kajian ini menemukan bahwa terdapat 20 kasus HIV/AIDS, 43 kasus tuberkulosis TB dari 100,000 populasi, 4,000 kasus Hepatitis B dan 600 kasus polio.

GSR kemudian didirikan sebagai tanggapan terhadap kondisi masyarakat yang ditemukan melalui community needs assessment Dompet Dhuafa dan PTTEP. Sejak didirikan, klinik ini telah melayani 473,353 penerima manfaat yang tersebar di seluruh Jakarta. Mengingat kebutuhan masyarakat untuk layanan kuratif, promotif dan preventif, kajian ini juga menemukan bahwa terdapat kesenjangan pengetahuan di masyarakat mengenai gaya hidup sehat. Oleh karena itu, PTTEP dan Dompet Dhuafa juga menyelenggarakan program keterlibatan masyarakat untuk membangun kebiasaan masyarakat yang sehat, dapat mencegah penyakit dan tangguh.

Kedua, pengukuran Social Return on Investment (SROI). Pandangan investasi tradisional yang hanya mengedepankan keuntungan moneter seringkali membuat perusahaan mengabaikan hubungan-hubungan penting di luar pemegang saham, yang dalam hal ini adalah masyarakat di kawasan perusahaan beroperasi. Pandangan ini seringkali memberikan dampak negatif bagi perusahaan dalam jangka panjang.

SROI adalah kerangka bisnis yang menganalisis biaya dan manfaat dari sebuah investasi dalam kegiatan CSR yang menghitung dampak sosial, lingkungan dan ekonomi terhadap masyarakat sekitar. SROI diukur melalui dua komponen, yaitu, investasi (input) dan dampak (outcome). Setiap kegiatan–baik yang dilakukan oleh sektor publik maupun swasta – akan berdampak pada dimensi ekonomi, lingkungan dan sosial, sehingga pada akhirnya juga berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian yang dilakukan oleh beberapa organisasi terkemuka dunia seperti Badan Kesehatan Dunia (WHO) menujukkan bukti kuat bahwa perusahaan yang memperhitungkan berbagai dampak tersebut dapat menghasilkan keuntungan dan kesejahteraan yang lebih besar pada jangka panjang.

Ketiga, merencanakan exit strategy. Perusahaan harus mengubah cara pandang intervensi sosial dari bentuk program filantropi/pendanaan yang bersifat jangka pendek menjadi badan usaha sosial (social enterprise) yang memiliki pendanaan multisumber. Perubahan pendekatan ini akan menciptakan program yang menghasilkan dampak berkelanjutan kepada masyarakat dan mampu beroperasi secara mandiri tanpa bergantung pada pemberi dana awal. Perencanaan untuk mendorong kemandirian masyarakat penerima manfaat, memastikan bahwa pencapaian tujuan tidak terganggu dan kegiatan dapat tetap berlangsung, dan mempertahankan keberlanjutan dampak positif di masyarakat bersangkutan disebut exit strategy.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Dalami Peruntukan...
KPK Dalami Peruntukan Dana CSR terkait Kasus Maidi
Dari Penebang Kayu ke...
Dari Penebang Kayu ke Pemandu Ekowisata: Kisah Ritno Kurniawan, Penggerak Desa Sejahtera Astra Nyarai
Sambut Ramadan, Dompet...
Sambut Ramadan, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Masyarakat Indonesia ke Masjidil Aqsa Palestina
KPK Ungkap Wali Kota...
KPK Ungkap Wali Kota Madiun Terima Duit dengan Modus CSR
Langkah Hijau IMIP Tanam...
Langkah Hijau IMIP Tanam Mangrove, Menjaga Keberlanjutan Lingkungan
Bangun Gereja Pusat...
Bangun Gereja Pusat GMIH di Tobelo, Haji Robert Disebut Tokoh Kemanusiaan
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
Rekomendasi
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 21: Elio Diam-Diam Terus Mendekati Arumi
Berita Terkini
Penampakan Alphard yang...
Penampakan Alphard yang Disita KPK Terkait Kasus Bupati Lombok Barat
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Relawan Jokowi: Jangan Salah Paham, Perkara Belum Selesai
Kemendagri Terus Perkuat...
Kemendagri Terus Perkuat Pengawasan dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan
Bareskrim Polri Tahan...
Bareskrim Polri Tahan 2 Bos Pabrik Gas Whip Pink
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Infografis
China Dilanda Gelombang...
China Dilanda Gelombang PHK dan Gejolak Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved