Stunting Ancaman Nyata di Tengah Peluang Bonus Demografi
Rabu, 17 Februari 2021 - 09:35 WIB
loading...
Stunting adalah terganggunya pertumbuhan bayi, baik secara fisik maupun perkembangan intelektualnya. Hal ini terjadi karena dua sebab, yakni karena asupan nutrisi dan gizi yang kurang. Foto/Ilustrasi/Okezone
A
A
A
JAKARTA - Kasus stunting atau kekerdilan pada bayi di Indonesia cukup tinggi, mencapai kisaran 27,6%. Artinya dari sekitar 5 juta bayi lahir setiap tahun, hampir 1,2 juta bayi mengalami stunting.
Seperti apakah ciri-ciri bayi stunting? Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menjelaskan masyarakat harus mengetahui definisi stunting.
"Tidak semua orang pendek itu stunting atau tidak semua balita pendek itu stunting, tetapi balita, bayi yang stunting, itu memang pendek," katanya, Rabu (17/2/2021).
Menurut dia, stunting adalah terganggunya pertumbuhan bayi, baik secara fisik maupun perkembangan intelektualnya. Hal ini terjadi karena dua sebab. Pertama karena asupan nutrisi dan gizi yang kurang.
"Kedua, karena penyakit yang kadang-kadang bayi atau balita mengalami sakit berulang kali," katanya.
Dia menjelaskan, bayi stunting memiliki gejala ukuran tubuh pendek, disertai dengan keterlambatan perkembangan dan kecerdasannya. "Ada ukuran-ukurannya. Misalnya, responsnya bayi mungkin kalau anak satu tahun seharusnya sudah bisa apa, tapi ini belum bisa. Respons-respons terhadap lingkungan seperti apa, ini bisa diukur dan itu ada indikatornya," katanya.
Baca juga: UI Siap Terima Mahasiswa Baru, Jangan Terlewat Tanggal Pendaftarannya!
Seperti apakah ciri-ciri bayi stunting? Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menjelaskan masyarakat harus mengetahui definisi stunting.
"Tidak semua orang pendek itu stunting atau tidak semua balita pendek itu stunting, tetapi balita, bayi yang stunting, itu memang pendek," katanya, Rabu (17/2/2021).
Menurut dia, stunting adalah terganggunya pertumbuhan bayi, baik secara fisik maupun perkembangan intelektualnya. Hal ini terjadi karena dua sebab. Pertama karena asupan nutrisi dan gizi yang kurang.
"Kedua, karena penyakit yang kadang-kadang bayi atau balita mengalami sakit berulang kali," katanya.
Dia menjelaskan, bayi stunting memiliki gejala ukuran tubuh pendek, disertai dengan keterlambatan perkembangan dan kecerdasannya. "Ada ukuran-ukurannya. Misalnya, responsnya bayi mungkin kalau anak satu tahun seharusnya sudah bisa apa, tapi ini belum bisa. Respons-respons terhadap lingkungan seperti apa, ini bisa diukur dan itu ada indikatornya," katanya.
Baca juga: UI Siap Terima Mahasiswa Baru, Jangan Terlewat Tanggal Pendaftarannya!
Lihat Juga :