Covid-19 Melonjak, 'Stunting' Meningkat

Rabu, 17 Februari 2021 - 06:16 WIB
loading...
A A A
BPS mencatat, garis kemiskinan pada Maret 2020 sebesar Rp454.652 per kapita per bulan. Sementara itu, garis kemiskinan Bank Dunia adalah USD1,9 per kapita per hari atau setara Rp798.200 per bulan (kurs Rp14.000). Kalau rumah tangga terdiri atas empat orang, maka minimal penghasilan adalah Rp3.192.800 per bulan agar tidak disebut rumah tangga miskin. Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengungkapkan, jika diukur dengan standar Bank Dunia, maka angka kemiskinan (sekitar 25 juta orang) bisa lebih dari dua kali lipat. Dengan banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan karyawan yang dirumahkan akibat Covid-19, maka ancaman kemiskinan kian kasatmata di hadapan orang-orang yang dulunya telah hidup di atas garis kemiskinan.

Persoalan gizi bermuara pada persoalan kemiskinan karena kondisi miskin menyebabkan rumah tangga kesulitan mengakses kebutuhan pangan. Ini yang sangat mengkhawatirkan. Pandemi Covid-19 akan semakin membatasi asupan gizi masyarakat golongan bawah. Tanpa Covid-19 saja problem gizi di negara kita ibarat masalah yang tak kunjung selesai. Mulai dari stunting, gizi kurang, gizi buruk, anemia, dan sebagainya yang menimpa berbagai segmen umur, menyebabkan potensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia terpuruk.

Pemerintah pada awalnya berbesar hati melihat tren penurunan stunting dari 30,8% (2018) menjadi 27,6% (2019). Dengan tren tersebut, diperkirakan target penurunan prevalensi stunting menjadi 14% pada 2024 dapat dicapai. Namun, ketika pada 2020 pandemi Covid-19 menghantam berbagai sendi kehidupan masyarakat, maka problem gizi dan stunting dikhawatirkan akan naik kembali. Mengapa?

Stunting diawali ketika janin dalam kandungan. Bila bayi yang dilahirkan memiliki panjang badan kurang dari 48 cm, maka bayi tersebut dikatakan stunting, dan ini bisa terjadi karena ibu hamil mengalami kurang energi kronis (KEK) dan kekurangan gizi lainnya sehingga pertumbuhan janin tidak optimal. Pandemi Covid-19 yang menyebabkan disrupsi kehidupan ekonomi keluarga menyebabkan ibu hamil terutama dari kelompok miskin mengalami defisiensi gizi.

Dalam masa pertumbuhannya, anak usia di bawah dua tahun (baduta) baik yang lahir normal maupun yang lahir stunting dapat mengalami problem stunting dalam rentang dua tahun awal kehidupannya. Biasanya pola asuh yang buruk dan pola makan anak yang tidak memenuhi syarat gizi menjadi pemicu munculnya stunting. Apabila dalam periode usia dua tahun pertama ini anak mengalami stunting, maka ada kemungkinan perkembangan otak terganggu sehingga anak mengalami problem kognitif. Ini yang sangat dikhawatirkan pemerintah karena bonus demografi tidak akan menghasilkan keuntungan apa-apa bila sumber daya manusianya dibangun dari generasi yang sejak awal menderita stunting.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemendukbangga Perkuat...
Kemendukbangga Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Bonus Demografi dan Penurunan Stunting
Pulang Indonesia 2026...
Pulang Indonesia 2026 Sukses Digelar, Bosshire Perluas Jangkauan ke Berbagai Negara
Gerakan Dapur Indonesia...
Gerakan Dapur Indonesia Gelar Konsolidasi Perkuat Program MBG dan Atasi Stunting
Program MBG Dinilai...
Program MBG Dinilai Bantu Atasi Stunting dan Gerakkan Ekonomi Daerah
Prabowo: MBG Jawaban...
Prabowo: MBG Jawaban Negara Atas Masalah Gizi Anak Indonesia
GENTING Collaboration...
GENTING Collaboration Summit 2025 Teguhkan Sinergi Pentahelix untuk Arah Kebijakan 2026
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
Pemkot Tangsel Perkuat...
Pemkot Tangsel Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak untuk Cegah Stunting
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Rekomendasi
Rugi hingga Rp3 Miliar,...
Rugi hingga Rp3 Miliar, Amanda Manopo Tak Sabar Penjarakan Oknum Manajemen
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
Sarwendah Ungkap Alasan...
Sarwendah Ungkap Alasan Pindah Rumah, Didatangi Debt Collector hingga Ancaman Dilelang
Berita Terkini
Eksepsinya Dikabulkan,...
Eksepsinya Dikabulkan, Dokter Tifa Nyatakan Tetap Berjuang Bongkar Ijazah Jokowi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima, Hakim Nyatakan Surat Dakwaan Batal Demi Hukum
Breaking News! Hotman...
Breaking News! Hotman Paris Mundur sebagai Pengacara Febrie Adriansyah
Tok! PN Jaktim Terima...
Tok! PN Jaktim Terima Eksepsi Dokter Tifa, Persidangan Pembuktian Tak Dilanjut
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025 (Jumat 19 Desember Pukul 14.00 WIB)
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved