Rafsanjani dan Gagasan Bersama Menggerakkan Indonesia
Kamis, 11 Februari 2021 - 18:00 WIB
loading...
A
A
A
Tercatat, terdapat berbagai pelatihan yang telah ia ikuti untuk sekadar memenuhi rasa hausnya akan belajar dan mendengar. Mulai dari pelatihan Sekolah Pemikiran Pendiri Bangsa pada tahun 2011; Interfaith Camp Sekolah Tinggi Teologi Jakarta pada tahun 2013; Pelatihan Kader Nasional PB PMII pada tahun 2016; Anti Corruption Youth Camp KPK pada tahun 2016; Taplai Lembaga Ketahanan Nasional RI pada tahun 2018; serta Taplai Belanegara Resimen Induk Kodam Jaya pada tahun 2019.
Melalui berbagai pelatihan ini, Rafsan mengaku tidak pernah sungkan untuk belajar dari siapapun. Sosok Rafsan yang menghamba pada nilai inklusifitas lantas membuat dirinya berhasil mendirikan sebuah NGO bernama Kelas Inklusif.
NGO ini merupakan buah gagasan atas inklusifitas yang dibawa ke ruang publik melalui berbagai dialog dan diskusi hangat terkait berbagai permasalahan sosial: bahwa narasi akademik sejatinya tidak boleh menjadi sekedar obrolan para akademisi menara gading. Lewat Kelas Inklusif, dirinya percaya bahwa tiap-tiap individu masyarakat akan dapat memahami realitas yang sebelumnya terbatas pada arogansi percakapan para intelektual.
Saat ini Rafsan tengah menempuh Studi Pascasarjana Universitas Indonesia Program Studi Politik dan Hubungan Internasional, Kajian Timur Tengah, sekaligus menjabat sebagai Tim Kaderisasi Nasional PB PMII sejak tahun 2017. Menurut dia, anak muda merupakan kunci dari suksesi Indonesia di masa depan.
Namun, begitu banyak permasalahan yang menjangkit anak muda hari ini. Rafsan melihat bahwa terdapat batasan pada tiap gerak yang dilakukan para anak muda hanya karena merasa bukan siapa-siapa. Hal ini lah yang menurut Rafsan menjadi awal dari adanya anggapan mengenai gerak anak muda yang tidak lagi dianggap istimewa; dan persoalan ini harus segera dijawab karena tepat berkaitan dengan arah masa depan Bangsa Indonesia. Baca juga: PMII Pekalongan Salurkan Bantuan Alat Kesehatan dan Sembako untuk 3 Ponpes
Rafsan yang menjatuhkan diri pada isu-isu kepemudaan juga memahami bahwa menjadi muda adalah keunggulan. Rafsan percaya, banyak anak muda yang kelak menjadi penggerak peradaban, pencipta gagasan, dan juga perancang masa depan, hanya jika anak muda mau berhenti berdiam diri. Sebab, perubahan tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri.
Melalui berbagai pelatihan ini, Rafsan mengaku tidak pernah sungkan untuk belajar dari siapapun. Sosok Rafsan yang menghamba pada nilai inklusifitas lantas membuat dirinya berhasil mendirikan sebuah NGO bernama Kelas Inklusif.
NGO ini merupakan buah gagasan atas inklusifitas yang dibawa ke ruang publik melalui berbagai dialog dan diskusi hangat terkait berbagai permasalahan sosial: bahwa narasi akademik sejatinya tidak boleh menjadi sekedar obrolan para akademisi menara gading. Lewat Kelas Inklusif, dirinya percaya bahwa tiap-tiap individu masyarakat akan dapat memahami realitas yang sebelumnya terbatas pada arogansi percakapan para intelektual.
Saat ini Rafsan tengah menempuh Studi Pascasarjana Universitas Indonesia Program Studi Politik dan Hubungan Internasional, Kajian Timur Tengah, sekaligus menjabat sebagai Tim Kaderisasi Nasional PB PMII sejak tahun 2017. Menurut dia, anak muda merupakan kunci dari suksesi Indonesia di masa depan.
Namun, begitu banyak permasalahan yang menjangkit anak muda hari ini. Rafsan melihat bahwa terdapat batasan pada tiap gerak yang dilakukan para anak muda hanya karena merasa bukan siapa-siapa. Hal ini lah yang menurut Rafsan menjadi awal dari adanya anggapan mengenai gerak anak muda yang tidak lagi dianggap istimewa; dan persoalan ini harus segera dijawab karena tepat berkaitan dengan arah masa depan Bangsa Indonesia. Baca juga: PMII Pekalongan Salurkan Bantuan Alat Kesehatan dan Sembako untuk 3 Ponpes
Rafsan yang menjatuhkan diri pada isu-isu kepemudaan juga memahami bahwa menjadi muda adalah keunggulan. Rafsan percaya, banyak anak muda yang kelak menjadi penggerak peradaban, pencipta gagasan, dan juga perancang masa depan, hanya jika anak muda mau berhenti berdiam diri. Sebab, perubahan tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri.
(kri)
Lihat Juga :