Lansia Makin Merana
Kamis, 11 Februari 2021 - 05:50 WIB
loading...
A
A
A
Lebih jauh, data WHO menyebutkan, lebih dari 95% kematian akibat virus korona terjadi pada penduduk usia lebih dari 60 tahun. Lebih dari 50% dari semua kematian melibatkan terjadi pada mereka yang berusia 80 tahun atau lebih.
Dipaparkan oleh dr Irandi Putra Pratomo, Ph.D, Sp.P(K), FAPSR, Covid-19 menyebabkan komplikasi fungsi saraf. Masalah neurologis atau kemampuan berpikir yang timbul akibat penyakit tersebut lebih rentan menyerang kelompok usia 51-60 tahun.
“Kelompok usia ini rentan mengalami gejala psikiatri atau kejiwaan. Tapi, lebih rentan lagi golongan usia 71-80 tahun, di mana mereka mengalami masalah psikiatri atau gangguan jiwa dan masalah susunan saraf besar di otak,” papar dr Irandi.
Temuan ini merujuk pada penelitian di Inggris yang dipublikasikan di The Lancet, Oktober 2020. Para peneliti yang tergabung dalam Membership of the Royal Colleges of Physicians (MRCP) Inggris dan beberapa peneliti lainnya mengatakan penelitian tersebut adalah penelitian pertama tentang komplikasi Covid-19 terhadap sistem saraf.
Penelitian menemukan adanya komplikasi neurologi dan neuropsikiatrik terhadap 153 pasien di negara tersebut. Sebanyak 77 dari 125 pasien (yang datanya lengkap) mengalami peristiwa serebrovaskular di mana 57 di antaranya alami stroke iskemik dan sembilan menderita stroke hemoragik.
Sementara 39 dari 125 pasien mengalami perubahan status mental di mana 23% di antaranya menderita ensefalopati (istilah yang luas untuk setiap penyakit otak yang mengubah fungsi atau struktur otak) dan 18% pasien menderita peradangan sistem saraf pusat. Masih terkait gangguan saraf, penelitian lain yang dilakukan di bulan Agustus 2020, peneliti memeriksa kondisi penyintas Covid-19 dan menemukan terjadi penuaan dini pada area otak serta saluran saraf mengalami penurunan fungsi.
Baca juga: Ketua Tim WHO: COVID-19 Mungkin Mengambil Jalan Berbelit ke Wuhan
“Penelitian ini di-follow up setelah tiga bulan, ternyata ada gangguan saraf termasuk anosmia dan mungkin juga ada gangguan otak,” kata spesialis paru di RSUI yang juga merupakan lulusan FKUI dan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di RSUI ini.
Dipaparkan oleh dr Irandi Putra Pratomo, Ph.D, Sp.P(K), FAPSR, Covid-19 menyebabkan komplikasi fungsi saraf. Masalah neurologis atau kemampuan berpikir yang timbul akibat penyakit tersebut lebih rentan menyerang kelompok usia 51-60 tahun.
“Kelompok usia ini rentan mengalami gejala psikiatri atau kejiwaan. Tapi, lebih rentan lagi golongan usia 71-80 tahun, di mana mereka mengalami masalah psikiatri atau gangguan jiwa dan masalah susunan saraf besar di otak,” papar dr Irandi.
Temuan ini merujuk pada penelitian di Inggris yang dipublikasikan di The Lancet, Oktober 2020. Para peneliti yang tergabung dalam Membership of the Royal Colleges of Physicians (MRCP) Inggris dan beberapa peneliti lainnya mengatakan penelitian tersebut adalah penelitian pertama tentang komplikasi Covid-19 terhadap sistem saraf.
Penelitian menemukan adanya komplikasi neurologi dan neuropsikiatrik terhadap 153 pasien di negara tersebut. Sebanyak 77 dari 125 pasien (yang datanya lengkap) mengalami peristiwa serebrovaskular di mana 57 di antaranya alami stroke iskemik dan sembilan menderita stroke hemoragik.
Sementara 39 dari 125 pasien mengalami perubahan status mental di mana 23% di antaranya menderita ensefalopati (istilah yang luas untuk setiap penyakit otak yang mengubah fungsi atau struktur otak) dan 18% pasien menderita peradangan sistem saraf pusat. Masih terkait gangguan saraf, penelitian lain yang dilakukan di bulan Agustus 2020, peneliti memeriksa kondisi penyintas Covid-19 dan menemukan terjadi penuaan dini pada area otak serta saluran saraf mengalami penurunan fungsi.
Baca juga: Ketua Tim WHO: COVID-19 Mungkin Mengambil Jalan Berbelit ke Wuhan
“Penelitian ini di-follow up setelah tiga bulan, ternyata ada gangguan saraf termasuk anosmia dan mungkin juga ada gangguan otak,” kata spesialis paru di RSUI yang juga merupakan lulusan FKUI dan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di RSUI ini.
(ynt)
Lihat Juga :