Begini Upaya Pemerintah Kejar Target 2022 Bebas COVID-19

Selasa, 09 Februari 2021 - 15:10 WIB
loading...
Begini Upaya Pemerintah...
Juru Bicara Vaksin COVID-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa lebih dari 900 ribu nakes sudah terdata untuk divaksin COVID-19. Foto/BNPB
A A A
JAKARTA - Upaya pemerintah mengurangi penyebaran kasus positif COVID-1 9 masih sesuai rencana, termasuk program vaksinasi. Maka itu, Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) optimistis Indonesia bebas COVID-19 pada tahun 2022.

Juru Bicara Vaksin COVID-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa lebih dari 900 ribu tenaga kesehatan (Nakes) sudah terdata untuk divaksin COVID-19. Sekitar 750 ribu orang nakes di antaranya sudah divaksin. Baca juga: Jokowi Sebut Alokasikan Vaksin untuk 5.000 Awak Media

"Kita masih sampai Februari ya untuk vaksinasi ini. Tentunya masih cukup waktu untuk kita menyelesaikan dan masih on the track," ujar Siti Nadia Tarmidzi kepada wartawan, Senin (8/2/2021).

Pemerintah optimis vaksinasi kepada para Nakes bakal berjalan sesuai rencana lantaran tidak ada yang menolak. Kemudian, banyaknya tokoh masyarakat yang bersedia disuntik vaksin COVID-19 itu juga memudahkan pelaksanaan vaksin.

"Jadi kita cukup optimis karena hampir seluruh masyarakat mau membantu kita melaksanakan vaksinasi," katanya.

Maka itu, dirinya tidak sepakat dengan prediksi Bloomberg yang menyebutkan bahwa pandemi COVID-19 di Indonesia baru akan berakhir 10 tahun lagi kalau melihat jumlah orang yang divaksin setiap hari. "Kan kita tahu bahwa kita itu roadmapnya 15 bulan. Bahkan, kalau bisa kita optimalkan menjadi 12 bulan sesuai arahan Bapak Presiden," jelas Siti.

Dia menjelaskan target tenaga kesehatan yang divaksin hingga akhir Februari 2021 sebanyak 1,5 juta. Target berikutnya sebanyak 17,4 juta nakes.

"Selain terkait target, juga kapan ketersediaan vaksinnya. Kami juga melakukan berbagai akselarasi untuk meningkatkan kemampuan melakukan vaksinasi masyarakat. Jadi tidak bisa dinilai secara linear saja," paparnya. Baca juga: Teriakan dan Tangis Histeris Tenaga Kesehatan Warnai Penyuntikan Vaksin COVID-19 di Sikka

Selanjutkan, dia membeberkan upaya pemerintah mempercepat program vaksinasi. "Yang pertama, kami menambah vaksinator. Vaksinator saat ini 31 ribu, akhir Maret akan mencapai 81 ribu vaksinator tersebar," katanya.

Selain vaksinator, fasilitas layanan kesehatan tempat vaksinasi akan ditambah. Saat ini, kata dia, ada sekitar 11 ribuan fasilitas layanan kesehatan rumah sakit, klinik, puskesmas dan kantor kesehatan pelabuhan yang menjadi tempat pelayanan vaksinasi.

"Ini akan ditambah karena kita masih punya sekitar 10 ribu lagi fasilitas layanan kesehatan yang bisa dioptimalkan. Upaya kedua adalah melakukan vaksinasi secara terpusat atau massal. Selain adanya vaksin gotong-royong itu juga akan mempercepat perluasan dan target vaksinasi," imbuhnya.

Sedangkan untuk mengatasi persoalan data penerima vaksin, Kemenkes mengombinasikan pendaftaran vaksin secara online dan manual. Kemenkes menunggu data secara berjenjang dari mulai tingkat puskesmas, dinas kesehatan kota/kabupaten serta provinsi hingga ke tingkat pusat.

"Untuk mempermudah pelayanan vaksinasi kita membuka aksesnya, sehingga orang bisa datang dengan membawa KTP, menyebutkan nomor induk, ditambah dengan STR (surat tanda registrasi) dia sudah bisa mendapatkan pelayanan vaksinasi," katanya. Baca juga: Partner Bisnis Jadi Alasan Crazy Rich Helena Lim Dapat Vaksin Covid-19

Dia menambahkan vaksin Sinovac sudah tiba di Indonesia secara bertahap 1,2 juta, kemudian 1,8 juta. Sebanyak 15 juta masih dalam bentuk setengah jadi yang saat ini menunggu izin dari BPOM.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
UU Kesehatan Digugat...
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes: Aturan Disusun Perhatikan Hak Warga Negara
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Kemenkes Siapkan Penjelasan dan Dokumen Pendukung
6 Juta Pekerja Rokok...
6 Juta Pekerja Rokok Terancam di PHK, Wamenaker: Kebijakan Harus Berpihak pada Rakyat
Poltekkes Kemenkes Jakarta...
Poltekkes Kemenkes Jakarta II Gandeng Daegu Health College, Resmikan Dental Work Station Modern
Wamenkes Pantau Langsung...
Wamenkes Pantau Langsung Skrining Kesehatan Gratis Mitra Driver Gojek
Dilaporkan soal Dugaan...
Dilaporkan soal Dugaan Gelar Palsu, Kemenkes: Menkes Budi Tak Pernah Cantumkan Gelar dalam Administrasinya
Rekomendasi
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
Covid-19 Varian EG.5...
Covid-19 Varian EG.5 di Singapura Sudah Menyebar ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved