Rumor Kudeta Perburuk Citra Partai Demokrat di Bawah Kepemimpinan AHY

Jum'at, 05 Februari 2021 - 20:34 WIB
loading...
Rumor Kudeta Perburuk...
Ketua Seknas Dakwah Jabodetabek Ustaz Rizal Maulana mengatakan tudingan kudeta yang disampaikan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), justru memberi sinyal ada ketidakberesan di internal partai. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Tudingan adanya pihak-pihak yang mau melakukan kudeta terhadap kepemimpinan Partai Demokrat yang disampaikan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), justru memberi sinyal ada ketidakberesan yang terjadi di internal partai berlambang Mercy tersebut. Bahkan, terkesan membuka borok sendiri.

"Ada dua fenomena yang muncul terkait apa yang disampaikan AHY soal kudeta, pertama, publik sekarang jadi tahu adanya kisruh di internal PD, dimana ada 4 faksi yang tidak mempercayai kepemimpinan AHY sebagai Ketum PD. Kedua, tudingan yang diberikan kepada Moeldoko selaku Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menjadi semacam promosi gratis karena disebut-sebut kudeta untuk mendukung pencalonannya sebagai Capres 2024 mendatang,” ujar Ketua Seknas Dakwah Jabodetabek yang juga pengamat sosial politik keagamaan Ustaz Rizal Maulana, Jumat (5/2/2021). Baca juga: Surati Jokowi, AHY Tak Bisa Bedakan Kepentingan Pribadi dan Negara

Secara terang-terangan, pendiri dan mantan pengurus PD menyatakan dukungannya kepada Moeldoko untuk menjadi Ketum DPP PD, bahkan Capres 2024. "Ini menunjukkan Moeldoko memiliki kapasitas, kualitas, dan kapabilitas untuk jadi memimpin partai, bahkan menjadi Capres. Hal tersebut tentu menjadi stimulan tersendiri bagi popularitas Jenderal Moeldoko," kata Rizal yang juga Ketua Forum Silaturrahmi Dakwah Kebangsaan ini. Baca juga: Demokrat Dinilai Terlalu Terburu-buru Tuduh Moeldoko

Dia menyimpulkan, rumor kudeta yang digaungkan AHY melahirkan polemik yang lebih banyak merugikan PD dan AHY. "Hal itu sangat merugikan PD dan juga AHY pribadi. Karena persoalan yang seyogyanya bisa diselesaikan secara internal jadi konsumsi publik. Masyarakat jadi tahu bahwa di dalam PD ada masalah hingga menimbulkan faksi dan melahirkan distrust pada kepemimpinan AHY," terang ulama yang biasa disapa Ustad Rizal Asyik ini lagi.

Rumor Kudeta Perburuk Citra Partai Demokrat di Bawah Kepemimpinan AHY


Banyak pemberitaan yang mengungkap kegagalan AHY dalam Pilkada DKI Jakarta. Tidak hanya itu, banyak kader-kader di daerah yang juga menelan kegagalan dalam pilkada menjadi salah satu dasar merebaknya distrust kepada kepemimpinan AHY dalam memimpin Partai Demokrat. Situasi ini bisa berlanjut dan mendegradasi Partai Demokrat dalam Pemilu dan Pilkada 2024. Untuk itu, Rizal menyarankan agar Partai Demokrat banting stir dengan memperbaiki postur dan gaya berpolitik, termasuk restrukturisasi sampai di tingkat pucuk pimpinannya agar bisa mengangkat citra partai dari keterpurukan yang terus tergerus.

Baca juga: Tantangan Marzuki Alie untuk SBY dan Elite Partai Demokrat

Di sisi lain, pihaknya mengapresiasi sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang enggan menanggapi hal tersebut. "Keterangan Mensesneg Pratikno bahwa Presiden Jokowi tidak akan membalas surat permintaan klarifikasi tentang tudingan rencana kudeta AHY dari kursi Ketum PD oleh Jenderal TNI Purn. Moeldoko sudah clear dan memperkuat fakta bahwa kegiatan yang dilakukan Moeldoko bersifat personal. Sehingga Presiden Jokowi tidak perlu tahu segala urusan pribadi Moeldoko. Dalam hal ini juga tidak perlu dikait-kaitkan dengan urusan kenegaraan dan kebangsaan yang kini sedang fokus dilaksanakan oleh Presiden Jokowi," ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Dirikan LBH, Jro Bima:...
Dirikan LBH, Jro Bima: Perindo Bali Harus Jadi Rumah Keadilan
Siapkan Relawan Tangguh...
Siapkan Relawan Tangguh Hadapi Bencana, Gus Muhaimin Resmikan Sigap Bangsa
Mantan Ketua KAMMI,...
Mantan Ketua KAMMI, BEM UI, hingga Korpus BEM SI Masuk Pengurus Gema Keadilan
Partai Perindo Hadiri...
Partai Perindo Hadiri Milad PBB, Dukung Konsolidasi Politik untuk Stabilitas Nasional
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
Lanjutkan Perjuangan...
Lanjutkan Perjuangan Ayah, Nurdiansyah Alasta Nyalon Ketua DPD Demokrat Aceh
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
Rekomendasi
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN
Berita Terkini
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved