Demokrat Dinilai Terlalu Terburu-buru Tuduh Moeldoko

Jum'at, 05 Februari 2021 - 19:30 WIB
loading...
Demokrat Dinilai Terlalu...
Kepala Staf Kantor Presiden (KSP) Moeldoko saat menggelar jumpa pers di kediamanya di Menteng, Jakarta, Rabu 3 Februari 2021. Foto/SINDOnews/Dita Angga Rusiana
A A A
JAKARTA - Isu adanya upaya pengambilalihan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam Partai Demokrat menjadi polemik.

Isu tersebut menghangat karena diduga menyeret Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko . Baru-baru ini politikus Partai Demokrat Andi Mallarangeng mengungkap adanya restu "Pak Lurah" kepada Moeldoko terkait isu kudeta di Demokrat.

Berbagai pihak pun angkat bicara mengenai hal tersebut, termasuk Ketua Umum Angkatan Muda Ka’bah (AMK) Joko Purwanto.

Joko menilai tuduhan tersebut sebagai fitnah. "Saya tidak percaya kalau beliau seperti yang dituduhkan apalagi sampai menjadi inisiator kudeta Partai Politik. Terlalu berat dan keji tuduhan itu," katanya, Jumat (5/2/2021).

Menurut dia, AHY terlalu terburu-buru menyimpulkan informasi dan menggelar konferensi pers. Padahal, belum tentu informasi tersebut benar.

Baca juga: Bantah Dukung Moeldoko, PKB Sebut Andi Mallarangeng Ngaco

Dia mengaku mengenal betul sosok Moeldoko. Mantan Panglima TNI itu dinilainya sangat bersahaja serta tidak memilih-milih dalam berkomunikasi dengan orang lain.

"Rumahnya di Menteng selalu dikunjungi tamu yang seringkali beliau pun tidak kenal, tapi begitu minta tolong kepadanya selama Beliau bisa bantu tanpa berpikir lagi pasti Beliau langsung bantu," ujarnya.

Menurut dia, Moeldoko adalah TNI tulen bukan seorang politikus praktis. Oleh karena itu dia yakin isu kudeta adalah dagelan yang dimanfaatkan oleh mantan orang-orang Demokrat yang saat ini mungkin berada di luar lingkaran AHY.

"Ini keterlaluan orang yang sudah baik mau mendengarkan mereka datang atau bahkan mungkin meminta moeldoko datang memberi tanggapan atas persoalan internal mereka. Padahal belum tentu apa yang dibicarakan atau dimintai pendapatnya benar-benar didengarkan Moeldoko, saya yakin masuk kuping kiri keluar kuping kanan," tuturnya.

Baca juga: Moeldoko: Pertemuan dengan Kader Demokrat Cuma Ngopi-ngopi, Kok Bisa Rame?

Menurut Joko, semestinya AHY terlebih dahulu konsolidasi ke internal memperkuat kepemimpinannnya secara internal. Tidak mudah menggulingkan seorang ketua umum partai terpilih apalagi aklamasi.

AHY dikatakanya seharusnya meminta waktu menghadap Presiden Jokowi langsung. Tidak perlu melayangkan surat. "Pasti diterima baik-baik kalau informasinya dianggap benar. Itu kan juga haknya Mas AHY, jadi enggak gaduh yang enggak perlu seperti ini malah berpotensi menjadi banyak musuh nantinya,“ tuturnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Menko AHY Dorong Diaspora...
Menko AHY Dorong Diaspora Indonesia di Rusia Bentuk Asosiasi Pengusaha
Arjuna Hanyokrokusumo...
Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono, Nama Anak Laki-Laki AHY-Annisa Pohan
Puncak Mudik Lebaran...
Puncak Mudik Lebaran 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026
AHY Ungkap Pesan SBY...
AHY Ungkap Pesan SBY ke Prabowo Terkait Konflik Amerika Serikat-Israel Vs Iran
Demokrat Apresiasi Kepemimpinan...
Demokrat Apresiasi Kepemimpinan Prabowo dalam Penanganan Bencana
AHY Dikaruniai Anak...
AHY Dikaruniai Anak Laki-Laki, Ini Harapan Sang Ayah untuk Masa Depan Anaknya
Kabar Bahagia! Annisa...
Kabar Bahagia! Annisa Pohan Lahirkan Anak Kedua
Annisa Pohan Dikabarkan...
Annisa Pohan Dikabarkan Hamil Anak Kedua di Usia 44 Tahun
Rekomendasi
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Berita Terkini
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
2 Peserta Latsarmil...
2 Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Kemhan: Bakal Dievaluasi Menyeluruh
Nanik S Deyang Bakal...
Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Kasus Dugaan Korupsi MBG? Kejagung: Iya Berpotensi
Akademisi Dukung Langkah...
Akademisi Dukung Langkah Kejagung Jerat Pihak Pasif dan Korporasi di Kasus BGN
Infografis
Terlalu Banyak Tekanan,...
Terlalu Banyak Tekanan, 500 Perwira Israel Mengundurkan Diri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved